JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik bersenjata yang melibatkan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tarif tiket pesawat di berbagai rute internasional dalam waktu dekat.
Harga minyak mentah sempat menembus sekitar 100 dolar AS per barel setelah serangan militer yang melibatkan United States dan Israel sehingga biaya bahan bakar maskapai ikut naik signifikan.
CEO United Airlines menyebut dampak kenaikan biaya bahan bakar kemungkinan mulai terasa cepat karena avtur merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar maskapai setelah biaya tenaga kerja.
Analis penerbangan menilai apabila harga bahan bakar bertahan tinggi maka maskapai akan cenderung menyesuaikan tarif, meski kenaikan harga tetap bergantung pada permintaan perjalanan dan kondisi ekonomi global.
Selain berpotensi menaikkan tarif, sejumlah maskapai juga diperkirakan mengevaluasi rute yang sebelumnya menguntungkan namun kini menjadi kurang efisien akibat beban operasional yang meningkat.
Beberapa maskapai internasional sudah mulai menaikkan harga tiket, sementara penumpang disarankan membeli tiket lebih awal terutama untuk perjalanan musim liburan karena tarif dapat berubah sewaktu-waktu.













