• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Peran Penting Gajah bagi Ekosistem Terancam oleh Penyusutan Hutan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
December 2, 2025
in Humaniora
0
Peran Penting Gajah bagi Ekosistem Terancam oleh Penyusutan Hutan

JAKARTA, Cobisnis.com – Gajah dikenal sebagai salah satu hewan dengan ingatan paling kuat di dunia. Sebagai satwa cerdas yang memiliki kemampuan menghafal rute jelajah hingga puluhan kilometer, gajah memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Kebiasaan mereka menjelajah area luas membuat gajah menjadi agen penyebar biji alami yang membantu memperluas tutupan vegetasi dan menjaga keragaman hayati.

Selain menyebarkan biji tumbuhan, jalur jelajah yang dibuka gajah juga membantu satwa lain menemukan sumber pakan baru. Bahkan kotoran yang mereka tinggalkan menyimpan banyak biji yang kemudian tumbuh menjadi tanaman baru, sekaligus menyuburkan tanah di area tersebut. Karena kontribusinya yang besar bagi ekosistem, gajah kerap dijuluki sebagai “petani hutan” yang turut menjaga kualitas udara dan kelestarian hutan tropis.

Namun, peran penting tersebut kini semakin terancam. Menyempitnya kawasan hutan akibat alih fungsi lahan membuat rute jelajah alami gajah berubah menjadi permukiman hingga area perkebunan. Di wilayah Tesonilo, misalnya, luas kawasan hutan yang semula mencapai sekitar 81.793 hektare pada 2014 kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 12.561 hektare atau sekitar 15 persen saja. Penyusutan ini memicu semakin seringnya konflik antara manusia dan satwa liar.

Tak hanya kehilangan habitat, gajah juga menghadapi ancaman perburuan liar yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Diperkirakan populasi gajah Sumatera dan Kalimantan kini tidak lebih dari 1.500 ekor yang tersisa di alam bebas. Jumlah tersebut menunjukkan kondisi kritis yang berpotensi mempercepat kepunahan jika tidak segera dilakukan upaya perlindungan yang lebih kuat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru. Jika populasi gajah terus menurun, maka ekosistem hutan yang selama ini bergantung pada peran mereka—termasuk penyebaran biji, regenerasi tanaman, dan kesuburan tanah—akan terdampak secara signifikan. Pertanyaan besar pun muncul: tanpa gajah, siapa yang akan menjaga keberlangsungan “paru-paru dunia”?

Upaya pelestarian habitat, penguatan patroli anti-perburuan, serta pengelolaan kawasan konservasi menjadi langkah penting untuk memastikan gajah tetap dapat menjalankan fungsi ekologisnya. Tanpa itu semua, hilangnya gajah bukan hanya kehilangan satu spesies, tetapi juga ancaman bagi stabilitas ekosistem hutan Indonesia.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comEkosistem TerancamGajahPeran Penting Gajah

Related Posts

Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang, Kemlu Pastikan WNI Selamat

Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang, Kemlu Pastikan WNI Selamat

by Hidayat Taufik
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Intensitas konflik Rusia-Ukraina kembali meningkat. Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia...

Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

by Hidayat Taufik
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan sejumlah pesan tentang kepemimpinan saat menghadiri Resepsi...

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Beralih Jadi Penuh Waktu 2027

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Beralih Jadi Penuh Waktu 2027

by Hidayat Taufik
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan mendapatkan perubahan status menjadi pegawai penuh...

Dolar AS Tembus Rp17.800, Ini Penyebabnya

KPK Kembali Geledah Kantor Summarecon Bogor

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di kantor PT Summarecon Bogor pada Senin (21/9/2026). Penggeledahan tersebut...

Dolar AS Tembus Rp17.800, Ini Penyebabnya

Dolar AS Tembus Rp17.800, Ini Penyebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali berada di level tinggi hingga mencapai Rp17.847 pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

September 21, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Warga Gunung Sindur Berebut Air Kolam yang Berubah Merah, Dikira Obat

Warga Gunung Sindur Berebut Air Kolam yang Berubah Merah, Dikira Obat

September 21, 2026
Debut bukan akhir perjalanan seorang trainee K-Pop. Setelah debut, idol masih harus membangun popularitas hingga mendapatkan kesuksesan.

Perjalanan Panjang Menuju Sukses sebagai Idol

September 19, 2026
Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang, Kemlu Pastikan WNI Selamat

Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang, Kemlu Pastikan WNI Selamat

September 21, 2026
Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

September 21, 2026
Jakarta Bahas Penerbitan Obligasi, Zohran Mamdani Siap Kirim Tim Keuangan

Jakarta Bahas Penerbitan Obligasi, Zohran Mamdani Siap Kirim Tim Keuangan

September 21, 2026
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat di Usia 50 Tahun

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat di Usia 50 Tahun

September 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved