JAKARTA, Cobisnis.com – Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api untuk periode mudik Lebaran 2026 telah mencapai 435.708 tiket. Data tersebut dihimpun hingga Rabu, 4 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, dan diperkirakan masih akan terus bertambah seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak penjualan tiket dibuka melalui berbagai kanal resmi KAI. Mayoritas pelanggan memilih memesan lebih awal untuk memastikan ketersediaan kursi dan kenyamanan perjalanan menuju kampung halaman.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi tanggal keberangkatan favorit.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal agar terhindar dari kepadatan.
Pada H-3 Lebaran tercatat 56.685 tiket telah terjual, sementara H-2 Lebaran mencapai 58.759 tiket. Selain itu, penjualan tiket H-1 Lebaran tercatat sebanyak 45.002 tiket, sedangkan pada hari H Lebaran mencapai 33.736 tiket. Secara keseluruhan, penjualan ini mencakup jadwal keberangkatan kereta api pada periode 11 hingga 21 Maret 2026.
Dari sisi layanan, KA Airlangga menjadi kereta paling diminati dengan jumlah penumpang mencapai 24.884 orang dari Stasiun Pasar Senen. Disusul KA Bengawan rute Solo–Jakarta, serta KA Kahuripan rute Bandung yang telah menjual 19.015 tiket.
Sementara itu, KA Serayu mencatat penjualan sebanyak 18.364 tiket.
Kereta lainnya seperti KA Sri Tanjung, KA Sawunggalih, KA Rajabasa, hingga KA Kutojaya Selatan juga mencatat angka penjualan signifikan, menunjukkan tingginya kebutuhan transportasi kereta api selama musim mudik tahun ini.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu, mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang serta rutin memantau jadwal pembukaan tiket.
Informasi dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI maupun Contact Center KAI 121.
Ia menambahkan, kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat. KAI juga menyarankan pelanggan memanfaatkan fitur connecting train untuk menyusun rencana perjalanan yang lebih fleksibel selama periode mudik Lebaran 2026.













