JAKARTA, Cobisnis.com – Pasca libur Lebaran, Pasar Tanah Abang mulai dipadati pengunjung. Namun, pengunjung diimbau tetap berhati-hati karena banyak pencopet berkeliaran di pusat tekstil terbesar Asia Tenggara tersebut.
Di beberapa sudut pasar, papan peringatan bertuliskan “Amankan Barang Berhargamu” dipasang untuk mengingatkan pengunjung agar selalu waspada dengan barang bawaan mereka.
Meski banyak petugas keamanan berjaga di area dalam dan luar pasar, copet tetap beraksi di berbagai situasi. Salah satu korban adalah pelanggan toko pakaian jeans yang kehilangan dompet saat hendak membayar.
Panji Aswara (31), pedagang ruko di pasar, mengatakan kecopetan sudah menjadi hal biasa. Ia meminta karyawan selalu waspada dan melaporkan jika menemukan barang yang mencurigakan.
“Jangan lengah. Kalau nemu barang, langsung lapor petugas,” tambah Panji. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian pengunjung dan menjaga keamanan toko.
Petugas keamanan Blok B, Amirulloh (50), menjelaskan pengawasan dilakukan dengan memantau 8 area melalui CCTV. Rekannya bergantian mengawasi aktivitas pengunjung dan berkoordinasi jika ada kejadian mencurigakan.
Selain itu, petugas keamanan juga ditempatkan di titik-titik strategis pasar untuk mempermudah pengunjung melapor langsung saat kehilangan barang.
Meskipun pengawasan ketat, kemungkinan kecopetan tetap ada. Aktivitas pasar yang padat memudahkan copet beraksi tanpa mudah diketahui.
Para pengunjung diimbau tetap waspada, membawa barang secukupnya, dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Keamanan pasar juga tergantung kerjasama antara petugas, pedagang, dan pengunjung.
Fenomena ini menegaskan bahwa Pasar Tanah Abang bukan hanya pusat grosir terbesar di Jakarta, tapi juga area yang membutuhkan kewaspadaan ekstra dari setiap pengunjungnya.












