• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Pascapandemi, BukuWarung Kuatkan Pencatatan Keuangan Digital untuk Dukung Bisnis UMKM yang Berkelanjutan

Nina Karlita by Nina Karlita
October 25, 2021
in Teknologi
0
Pascapandemi, BukuWarung Kuatkan Pencatatan Keuangan Digital  untuk Dukung Bisnis UMKM yang Berkelanjutan

Cobisnis.com – Situasi pandemi COVID-19 di Indonesia berangsur-angsur membaik. Namun, dampak wabah korona pada berbagai bidang kehidupan masih jauh dari pulih. Terlebih imbasnya pada ekonomi, termasuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Setelah mengalami kerugian bahkan mungkin harus menutup usaha, tantangan bagi pelaku UMKM untuk kembali berbisnis tentunya semakin besar. Berbagai kondisi perlu diantisipasi, termasuk menghindari kekeliruan yang berpotensi menghambat usaha yang baru mereka rintis lagi. Pencatatan keuangan yang disiplin dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku UMKM di Indonesia mampu bertahan dan melanjutkan bisnisnya pada periode menuju era pascapandemi seperti sekarang.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi virtual: “Bongkar Kunci UMKM Siapkan Bisnis Pascapandemi!” yang digagas oleh BukuWarung, perusahaan teknologi penyedia infrastruktur digital bagi UMKM, pada Kamis (21 Oktober).

Data Bank Indonesia menyebut 87,5% UMKM terdampak pandemi, dan sekitar 93,2% mengalami penurunan penjualan dan cash flow operasional. Temuan lain dari Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) bahkan menunjukkan bahwa sekitar 30 juta UMKM bangkrut karena pandemi.

“UMKM merupakan ujung tombak pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi. UMKM pula yang nanti akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara seperti yang ditargetkan pemerintah Indonesia. Untuk mewujudkan itu, BukuWarung percaya perlunya peningkatan kapabilitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi,” papar Adi Harlim, Director of Merchant Experience BukuWarung.

“Karenanya, BukuWarung menghadirkan ekosistem finansial digital untuk mendukung pelaku UMKM di Indonesia dalam menjalankan dan menumbuhkan bisnisnya. Memahami karakter UMKM di Indonesia, BukuWarung menawarkan solusi yang praktis, mudah dan gratis dengan mengedepankan pengalaman penggunaan yang simpel. Solusi berupa aplikasi BukuWarung ini memiliki fitur utama pencatatan keuangan digital untuk membantu pelaku UMKM memantau dan mengevaluasi bisnisnya,” lanjut Adi Harlim.

Studi internal BukuWarung mendapati bahwa pelaku UMKM bidang ritel (pedagang) rata-rata menghabiskan hingga 8 jam per minggu untuk pengelolaan transaksi penjualan, pengeluaran dan kredit secara manual. Proses tersebut cenderung membosankan sehingga acapkali diabaikan. Selain itu, pencatatan manual juga memiliki risiko kesalahan yang tinggi dan rawan hilang/rusak. Ini bisa menyebabkan pelaku UMKM melewatkan pembayaran dari pelanggan, bahkan mengakibatkan gagal bayar hingga 12%.

Sejalan, Danu Sofwan, pemilik beberapa jaringan usaha (yang memulai bisnisnya dari skala UMKM) serta penggiat UMKM Indonesia, juga menekankan evaluasi berkelanjutan sebagai landasan kunci bagi UMKM dalam berbisnis.

“Evaluasi, atau dalam istilah Jepang dikenal sebagai Kaizen, merupakan perbaikan secara berkesinambungan. Dalam lingkup bisnis, untuk bisa melakukan itu perlu adanya data yang diambil dari pencatatan keuangan. Inilah yang kerap diabaikan oleh para pelaku UMKM. Padahal, scale up sebuah bisnis tanpa landasan pencatatan keuangan yang disiplin, justru bisa berpotensi merugi,” ungkap Danu.

“Dengan pencatatan keuangan yang teratur, pelaku UMKM dapat mengetahui secara jelas setiap transaksi yang terjadi, untung yang diperoleh, termasuk mengetahui apabila terjadi kerugian. Catatan itulah yang menjadi dasar pelaku UMKM untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah strategis untuk mengembangkan bisnisnya,” tambah Danu.

Salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis adalah sulitnya mendapatkan akses pembiayaan. Penyebab utamanya, ketiadaan laporan keuangan yang memperlihatkan keberlangsungan sebuah bisnis. Ini semakin menegaskan peran penting pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM.

Menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut, BukuWarung menghadirkan solusi pencatatan keuangan usaha yang komplet; meliputi pembukuan transaksi usaha, serta pelaporan finansial berjangka (harian/mingguan/bulanan) – yang kemudian bisa digunakan untuk pengajuan permodalan. Selain itu, aplikasi BukuWarung juga memiliki pencatatan pengelolaan utang dan dana pribadi, serta fitur pengingat jatuh tempo piutang, bahkan bisa menagihkannya kepada pelanggan secara otomatis.

Keunggulan layanan BukuWarung telah diakui Henhen Mulyadi, pelaku UMKM asal Sukabumi. Selama satu setengah tahun terakhir, Henhen mengaku pengelolaan bisnisnya sangat terbantu oleh adanya aplikasi BukuWarung.

“Sebagai pengusaha, pencatatan segala aspek keuangan mulai dari modal, stok barang hingga utang piutang itu tidak boleh terlewatkan. Sebab, semua itu sangat berpengaruh pada kelancaran dan kelanjutan usaha. Dulu sewaktu masih mencatat secara manual, saya seringkali boncos. Setelah menggunakan pencatatan keuangan digital dari BukuWarung yang praktis, mudah dan gratis, keuangan usaha saya lebih terpantau dan bisnis pun lebih menguntungkan,” ungkap Henhen.

Henhen awalnya membuka warung kelontong di rumahnya, kini mampu mengembangkan bisnisnya menjadi supplier kopi.

Selain menghadirkan pencatatan keuangan digital, BukuWarung terus menguatkan inovasi teknologinya dengan menambahkan fitur-fitur baru seperti etalase online, pembayaran digital, hingga akses pembiayaan. Kelengkapan layanan tersebut memposisikan BukuWarung sebagai platform terdepan yang mendukung peningkatan kapabilitas UMKM Indonesia, termasuk menyiapkan para pelaku usaha untuk siap go digital. .

Saat ini tercatat 6,5 juta pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem BukuWarung yang berdiri sejak 2019. Para pelaku UMKM ini tersebar di lebih dari 500 kota/kabupaten berbagai kota, kabupaten hingga kecamatan di seluruh Indonesia.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free online course
download lava firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Buku Warungcobisnis.com

Related Posts

Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

by Hidayat Taufik
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan arah kebijakan terkait masa depan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akan ditentukan...

Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

by Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun...

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Manfaat Konsumsi Alpukat untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

by Desti Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang kaya lemak sehat dengan tekstur lembut dan rasa khas. Namun...

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Makanan yang Bisa Membantu Pemulihan Flu Lebih Cepat

by Desti Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Flu kembali menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, terlebih setelah munculnya istilah super flu yang dikabarkan...

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

by Desti Dwi Natasya
January 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia. Meski...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Usai Tak Jadi Menkeu, Sri Mulyani Mengajar di Oxford dan Masuk Yayasan Bill Gates

Usai Tak Jadi Menkeu, Sri Mulyani Mengajar di Oxford dan Masuk Yayasan Bill Gates

January 16, 2026
BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole di Sumbar dan Risiko Bahaya yang Perlu Diwaspadai Warga

BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole di Sumbar dan Risiko Bahaya yang Perlu Diwaspadai Warga

January 16, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

Pemkot Bandung Segera Putuskan Masa Depan Bandung Zoo, Aspek Sejarah Jadi Pertimbangan Utama

January 17, 2026
Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

Tumbuh 37% YoY, Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

January 17, 2026
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Manfaat Konsumsi Alpukat untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

January 17, 2026
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Makanan yang Bisa Membantu Pemulihan Flu Lebih Cepat

January 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved