• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, March 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Panel Vaksin AS Akan Voting soal Rekomendasi Penggunaan Suntikan Gabungan Campak untuk Anak

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
September 18, 2025
in News
0
Panel Vaksin AS Akan Voting soal Rekomendasi Penggunaan Suntikan Gabungan Campak untuk Anak

JAKARTA, Cobisnis.com – Panel penasihat vaksin AS akan melakukan pemungutan suara minggu ini terkait usulan untuk mencabut rekomendasi penggunaan vaksin gabungan campak bagi anak-anak. Isu ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan kebijakan baru Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy

Jr.Kennedy, yang dikenal lama menyebarkan keraguan tentang keamanan vaksin meski bertentangan dengan bukti ilmiah, telah mempromosikan gagasan bahwa vaksin gabungan untuk campak, gondok, rubela, serta varisela (MMRV) terkait dengan autisme. Namun, berbagai penelitian ilmiah berulang kali membantah klaim tersebut.

Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices/ACIP) akan menggelar pemungutan suara pada 18–19 September, sesuai agenda draf yang dipublikasikan CDC pada Rabu. Proposal tersebut menyatakan vaksin MMRV yang diberikan sebelum usia 4 tahun tidak direkomendasikan lagi.

Langkah ini muncul setelah Kennedy pada Juni lalu memecat seluruh 17 anggota ACIP dan menunjuk delapan penasihat baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal menentang vaksin. Sejak menjabat sebagai pejabat kesehatan utama dalam pemerintahan Presiden Donald Trump, Kennedy telah mengubah kebijakan vaksin nasional, termasuk meminta peninjauan ulang semua data terkait vaksin campak yang sejauh ini terbukti paling efektif mencegah infeksi virus menular dan berbahaya tersebut.

Saat ini, CDC merekomendasikan anak di bawah usia 4 tahun menerima dosis pertama vaksin MMR dan suntikan varisela secara terpisah. Untuk dosis kedua, serta bagi anak di atas 4 tahun, CDC menyarankan vaksin gabungan MMRV lebih diprioritaskan.

Kasus campak di AS tahun ini meningkat drastis, dengan 1.454 kasus terkonfirmasi hingga 9 September jumlah tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

Vaksin kombinasi untuk mencegah campak, gondok, dan rubela dipasarkan di AS oleh Merck dan GSK. Merck juga memproduksi ProQuad, vaksin yang menggabungkan perlindungan terhadap ketiga virus tersebut sekaligus varisela.

Tags: anak-anakCDCcobisnis.comsunti campakvaksin AS

Related Posts

Persib Bandung Taklukkan Persik Kediri 3-0 di GBLA

Persib Bandung Taklukkan Persik Kediri 3-0 di GBLA

by Desti Dwi Natasya
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persib Bandung berhasil meraih kemenangan meyakinkan setelah mengalahkan Persik Kediri dengan skor 3-0 pada lanjutan pekan ke-25 Super...

Hakim Jackson Sebut Penanganan Kasus Darurat Mahkamah Agung Jadi ‘Menyimpang’

Hakim Jackson Sebut Penanganan Kasus Darurat Mahkamah Agung Jadi ‘Menyimpang’

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Ketanji Brown Jackson mengkritik cara lembaga tersebut menangani kasus darurat karena menurutnya...

Mahakarya Atau Tiruan Murah? Sejarawan Seni dan AI Bisa Berbeda Pendapat

Mahakarya Atau Tiruan Murah? Sejarawan Seni dan AI Bisa Berbeda Pendapat

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perdebatan baru muncul di dunia seni setelah kecerdasan buatan atau AI memberikan penilaian berbeda dengan para sejarawan...

Perang Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Serikat

Perang Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Serikat

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak dunia yang kemudian berdampak langsung pada...

Irak Terancam Gagal Main Playoff Piala Dunia Akibat Penutupan Wilayah Udara

Irak Terancam Gagal Main Playoff Piala Dunia Akibat Penutupan Wilayah Udara

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tim nasional sepak bola Irak hanya tinggal selangkah lagi untuk lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

March 7, 2026
Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

March 9, 2026
BBM Subsidi

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

March 11, 2026
Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

March 11, 2026
Summarecon Serpong

Menjelajahi Gaya Hidup Modern dan Lengkap di Summarecon Serpong

March 11, 2026
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

March 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved