JAKARTA, Cobisnis.com – Panitia Natal Nasional 2025 menggelar Perayaan Natal Nasional dengan mengusung pesan sentral “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Tema ini menekankan bahwa Natal tidak semata dirayakan secara seremonial, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang memperkuat keluarga, membangun solidaritas sosial, serta menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang terdampak bencana dan keterbatasan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hadir dalam perayaan tersebut menyampaikan bahwa keberagaman merupakan fondasi kekuatan bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi persatuan nasional. “Di Nusantara, kita hidup dengan keyakinan yang beragam, tetapi tetap bersatu sebagai satu bangsa, satu nusa, dan satu bahasa dengan tujuan bersama untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” ujar Presiden Prabowo di Jakarta, Senin (5/1).
Presiden juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri situasi Indonesia yang relatif damai di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kondisi tersebut patut dijaga dan dirawat bersama. “Di saat dunia menghadapi konflik dan gejolak, bangsa kita patut bersyukur karena masih berada dalam suasana damai hingga hari ini,” lanjutnya.
Ribuan Tamu Kehormatan Hadir dalam Perayaan
Perayaan puncak Natal Nasional 2025 berlangsung khidmat dengan dihadiri 3.000 tamu kehormatan secara langsung. Mereka terdiri dari 500 anak Sekolah Minggu Kristen–Katolik, 500 guru Sekolah Minggu Kristen–Katolik, 500 koster gereja Kristen–Katolik, 500 guru agama Kristen–Katolik, 400 anggota paduan suara Kristen–Katolik, 500 anak yatim piatu Kristen–Katolik, serta 100 penyandang disabilitas Kristen–Katolik.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa kehadiran para tamu kehormatan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pelayanan yang selama ini mereka lakukan. “Kami ingin Natal Nasional dirasakan secara nyata oleh mereka yang setia melayani dan menjadi wajah keberagaman kasih Kristus di tengah masyarakat,” ungkap Maruarar.
Setiap tamu kehormatan menerima bantuan kasih sebesar Rp1.500.000 per orang, dengan total bantuan mencapai Rp4,5 miliar. Pada perayaan kali ini, panitia juga memilih tidak menghadirkan artis nasional dan memberi ruang bagi penyanyi-penyanyi gereja lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Aksi Sosial Nyata bagi Masyarakat Terdampak
Natal Nasional 2025 diwujudkan melalui berbagai aksi sosial tanggap bencana yang telah berlangsung sejak November 2025. Bantuan kemanusiaan disalurkan ke sejumlah daerah terdampak, antara lain Medan, Aceh, kawasan erupsi Semeru di Jawa Timur, Padang, dan Tapanuli Tengah. Total bantuan sosial bencana yang disalurkan mencapai Rp2,8 miliar berupa 7.220 paket sembako, dilengkapi dengan bantuan sandang, perlengkapan kebersihan, serta pendirian dapur umum di Medan dan Aceh.
Selain bantuan darurat, Panitia Natal Nasional 2025 juga menjalankan program berkelanjutan di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak Rp10 miliar disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat di wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai, dan Nias.
Di sektor sosial lainnya, panitia membagikan 20.000 paket sembako, menyediakan 35 unit ambulans yang tersebar di berbagai daerah, merenovasi 100 gereja di 38 provinsi dengan nilai Rp10 miliar, membangun dua jembatan di Papua Pegunungan senilai Rp2,5 miliar, mendirikan aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman di Wamena senilai Rp3 miliar, membagikan 10.000 Alkitab, serta menyalurkan 1.000 kursi roda senilai Rp850 juta.
UMKM dan Petani Lokal Turut Dilibatkan
Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi rakyat melalui keterlibatan UMKM dan petani lokal. Salah satu simbol yang dihadirkan adalah Pohon Natal Buah Nusantara, yang disusun dari berbagai hasil pertanian daerah seperti apel Malang, jeruk Medan dan Pontianak, manggis Subang, nanas dan pepaya Subang, salak Sleman, semangka Indramayu, hingga matoa Papua.
Natal yang Hidup dan Berdampak
Menutup rangkaian kegiatan, Maruarar Sirait menegaskan bahwa Natal Nasional 2025 dihadirkan sebagai perayaan iman yang hidup dan berdampak luas. “Natal ini kami jalani sebagai panggilan untuk terus bergerak dalam kasih. Ketika keluarga dikuatkan, yang lemah dipedulikan, dan harapan dibangkitkan, di situlah kehadiran Tuhan nyata bagi bangsa Indonesia. Natal Nasional 2025 kami gelar sederhana, tetapi dengan dampak yang luas,” tutupnya.














