JAKARTA, Cobisnis.com – NASA bersiap mengirim manusia kembali ke Bulan melalui misi Artemis II, namun penerbangan bersejarah ini dilakukan dengan menggunakan wahana Orion yang dinilai sebagian pakar masih memiliki risiko keselamatan. Empat astronaut dijadwalkan memulai perjalanan mengelilingi Bulan paling cepat pada 6 Februari, meski diketahui terdapat cacat teknis pada pelindung panas (heat shield) pesawat tersebut.
Masalah utama terletak pada lapisan pelindung panas di bagian bawah wahana Orion, komponen vital yang berfungsi melindungi awak dari suhu ekstrem saat kembali memasuki atmosfer Bumi. Pelindung panas ini hampir identik dengan yang digunakan pada misi Artemis I tahun 2022, yang kala itu mengalami kerusakan tak terduga meski tanpa awak.
NASA mengakui adanya risiko, namun tetap yakin bahwa masalah tersebut telah dipahami dan dapat dikendalikan. Badan antariksa Amerika Serikat itu memutuskan untuk tetap menggunakan pelindung panas yang ada dengan cara mengubah lintasan masuk kembali ke atmosfer agar tekanan panas dapat diminimalkan.
Sejumlah pakar menyebut keputusan ini bukan tanpa bahaya. Danny Olivas, mantan astronaut NASA yang terlibat dalam tim investigasi independen, menyebut pelindung panas tersebut menyimpang dari standar ideal. Meski begitu, ia menyatakan keyakinannya bahwa NASA telah memahami permasalahan secara mendalam.
Sebaliknya, Charlie Camarda, mantan astronaut sekaligus pakar pelindung panas, secara tegas menentang keputusan tersebut. Ia menilai pendekatan NASA terlalu berisiko dan mengingatkan pengalaman pahit kecelakaan pesawat ulang-alik Columbia pada 2003. Menurutnya, mengubah lintasan penerbangan tidak cukup untuk menjamin keselamatan kru.
NASA sendiri menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pejabat badan antariksa itu menyatakan bahwa seluruh analisis, simulasi, dan pengujian telah dilakukan sebelum memutuskan melanjutkan misi tanpa mengganti desain pelindung panas.
Wahana Orion telah dipindahkan ke landasan peluncuran pada 17 Januari dan kini memasuki tahap akhir evaluasi kesiapan terbang. Keputusan final akan ditentukan dalam rapat penilaian risiko terakhir, yang akan memutuskan apakah Artemis II siap membawa manusia kembali mendekati Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.














