• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, January 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Mengatur Keuangan Bukan Sekadar Hemat, Tapi Produktif

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 16, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Mengatur Keuangan Bukan Sekadar Hemat, Tapi Produktif

JAKARTA, Cobisnis.com – Produktivitas dalam mengatur keuangan semakin penting di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Anak muda dituntut bukan hanya bisa bekerja keras, tetapi juga cerdas dalam mengelola arus kas agar stabilitas finansial terjaga dan aset terus bertumbuh.

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran. Dengan menggunakan aplikasi keuangan seperti Money Lover atau Spendee, atau sekadar catatan manual, seseorang dapat mengetahui secara detail ke mana aliran uang pergi setiap bulan. Data ini menjadi dasar dalam mengambil keputusan finansial yang lebih tepat.

Aturan alokasi anggaran menjadi strategi berikutnya. Rumus populer 50-30-20 banyak dipakai, yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen sisanya untuk tabungan atau investasi. Skema ini fleksibel dan dapat disesuaikan sesuai kondisi penghasilan maupun tujuan finansial jangka panjang.

Dana darurat wajib diprioritaskan sejak awal. Idealnya, setiap orang memiliki cadangan sebesar 3 hingga 6 bulan biaya hidup yang disimpan di rekening terpisah atau instrumen likuid seperti deposito atau reksadana pasar uang. Cadangan ini berfungsi sebagai perlindungan dari risiko kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak.

Pembedaan antara kebutuhan dan keinginan juga menjadi kunci produktivitas finansial. Setiap kali hendak membeli sesuatu, penting untuk bertanya apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya sekadar keinginan sesaat. Strategi delay 24 jam sebelum melakukan pembelian bisa mengurangi potensi belanja impulsif yang merugikan.

Langkah berikutnya adalah membayar diri sendiri terlebih dahulu. Begitu menerima gaji, anak muda disarankan langsung menyisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi. Pendekatan ini mengubah pola pikir, di mana menabung bukan lagi sisa, tetapi prioritas utama layaknya membayar tagihan wajib bulanan.

Mengembangkan aset melalui investasi juga menjadi bagian penting. Pilihan seperti reksadana, saham, obligasi, maupun emas memungkinkan uang bekerja secara produktif. Mulai dari nominal kecil secara konsisten akan memicu efek compound growth yang bisa meningkatkan kekayaan dalam jangka panjang.

Disiplin dalam menghindari utang konsumtif harus dijaga. Kartu kredit sebaiknya digunakan hanya jika mampu dibayar penuh setiap bulan. Sebaliknya, utang yang tergolong baik adalah yang digunakan untuk aset produktif, seperti modal bisnis atau kepemilikan properti kecil yang berpotensi menghasilkan pemasukan.

Evaluasi rutin tidak kalah penting. Dengan melakukan pemeriksaan bulanan, seseorang dapat menilai apakah pengeluaran sudah sesuai alokasi. Jika ada pemborosan di satu pos, segera lakukan koreksi di bulan berikutnya. Evaluasi ini membuat pengelolaan keuangan lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan.

Peningkatan pendapatan juga harus menjadi fokus. Mengandalkan satu sumber penghasilan tidak cukup dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Side hustle atau pekerjaan sampingan seperti freelance, jualan online, atau pembuatan konten dapat memperkuat arus kas dan mempercepat pencapaian tujuan finansial.

Langkah terakhir adalah melakukan automasi keuangan. Dengan sistem auto-debet untuk tabungan maupun investasi, disiplin finansial dapat terjaga. Membuka akun bank terpisah untuk pos keuangan tertentu juga membantu meminimalisasi godaan menggunakan dana yang sudah dialokasikan.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa produktivitas finansial bukan hanya tentang menghemat, melainkan juga mengelola uang dengan efektif agar tumbuh. Dengan konsistensi dan disiplin, anak muda dapat membangun fondasi keuangan yang sehat sekaligus berkontribusi pada stabilitas ekonomi keluarga dan pasar secara keseluruhan.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download micromax firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: CobisnisEkonomikeuanganPebisnismudaproduktif

Related Posts

Setelah Kuasai Minyak Venezuela, Trump Siapkan Tekanan ke Iran & Meksiko

Setelah Kuasai Minyak Venezuela, Trump Siapkan Tekanan ke Iran & Meksiko

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan pendekatan keras dalam kebijakan luar negeri di awal 2026. Setelah...

Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Membayar utang puasa Ramadan atau puasa qadha adalah kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa wajib karena...

GBLA Dijaga Ketat Jelang Persib vs Persija, 2.600 Aparat Turun

GBLA Dijaga Ketat Jelang Persib vs Persija, 2.600 Aparat Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polda Jawa Barat mengambil alih penuh pengamanan laga klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang digelar di...

Theotown Viral di RI, Game Kota Jadi Media Satir Kritik Pemerintah

Theotown Viral di RI, Game Kota Jadi Media Satir Kritik Pemerintah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Memasuki awal 2026, game simulasi kota Theotown mendadak ramai diperbincangkan di kalangan gamer Indonesia. Gim yang dirilis...

Ekspor Motor RI 2025 Melemah, Angka Terendah dalam 5 Tahun

Ekspor Motor RI 2025 Melemah, Angka Terendah dalam 5 Tahun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kinerja ekspor sepeda motor buatan Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan perlambatan. Pengiriman motor dalam bentuk utuh atau Completely...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Theotown Viral di RI, Game Kota Jadi Media Satir Kritik Pemerintah

Theotown Viral di RI, Game Kota Jadi Media Satir Kritik Pemerintah

January 11, 2026
Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

January 11, 2026
Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata Nasional, Kunjungan Wisatawan Tembus 24,7 Juta

Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata Nasional, Kunjungan Wisatawan Tembus 24,7 Juta

January 11, 2026
Ebatarapos Berevolusi Menjadi Tabungan BTN Pos Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Ebatarapos Berevolusi Menjadi Tabungan BTN Pos Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

January 11, 2026
Persib Taklukkan Persija 1-0 di GBLA, Gol Cepat Beckham Antar Maung Bandung ke Puncak

Persib Taklukkan Persija 1-0 di GBLA, Gol Cepat Beckham Antar Maung Bandung ke Puncak

January 11, 2026
Indonesia Gagal Raih Gelar di Malaysia Open 2026

Indonesia Gagal Raih Gelar di Malaysia Open 2026

January 11, 2026
Setelah Kuasai Minyak Venezuela, Trump Siapkan Tekanan ke Iran & Meksiko

Setelah Kuasai Minyak Venezuela, Trump Siapkan Tekanan ke Iran & Meksiko

January 11, 2026
Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

January 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved