JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menegaskan bahwa mudik Lebaran merupakan tradisi sosial yang telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Karena itu, masyarakat akan tetap mencari berbagai cara untuk pulang ke kampung halaman, termasuk menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama.
Menurut Sofwan, sepeda motor dianggap sebagai moda paling praktis dan efisien, bukan hanya untuk perjalanan mudik, tetapi juga sebagai alat mobilitas selama berada di daerah asal. Keterbatasan akses dan kualitas transportasi umum di banyak wilayah turut membuat sepeda motor menjadi pilihan realistis bagi masyarakat.
Ia meminta pemerintah mengkaji secara mendalam rencana pelarangan mudik lintas provinsi menggunakan sepeda motor. Meski kebijakan tersebut dinilai positif dari sisi keselamatan, Sofwan menilai penerapannya tidak tepat jika dilakukan secara mendadak pada musim mudik tahun ini.
Politikus PDI Perjuangan itu menekankan bahwa kebijakan publik harus disiapkan secara matang dan disosialisasikan sejak jauh hari, terlebih kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih dalam tahap pemulihan. Menurutnya, pelarangan mendadak justru akan menambah beban sosial dan ekonomi rakyat.
Ia juga mendorong Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri untuk menyiapkan strategi komprehensif jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, termasuk perhitungan ketersediaan moda transportasi publik yang memadai.
Sofwan menilai program mudik gratis belum cukup efektif untuk menekan jumlah pemudik motor secara signifikan. Berdasarkan data pemerintah, jutaan pemudik masih menggunakan sepeda motor setiap tahunnya, sehingga diperlukan kebijakan lintas sektor yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ia mengusulkan penerbitan regulasi bersama lintas kementerian serta penyusunan tahapan kebijakan yang progresif namun realistis, agar pelarangan mudik motor dapat diterapkan secara adil, terencana, dan tidak bersifat reaktif.













