JAKARTA, Cobisnis.com – Sejarah naskah kuno di Nusantara adalah bukti nyata peradaban yang kaya dan beragam. Naskah-naskah ini tidak hanya berisi teks keagamaan, tetapi juga ilmu pengetahuan, sastra, hukum, hingga pengobatan tradisional. Setiap lembarannya menyimpan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satu bentuk naskah kuno yang terkenal adalah lontar dari Bali. Lontar ditulis di atas daun lontar dengan aksara Bali atau Jawa Kuno, berisi kisah mitologi, ajaran agama Hindu, serta panduan kehidupan masyarakat. Hingga kini, lontar masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Bali.
Di Jawa, kita mengenal naskah berhuruf Jawa Kuno dan aksara Arab Pegon. Naskah-naskah ini banyak berisi tentang ajaran Islam, sejarah kerajaan, serta karya sastra seperti serat dan babad. Kehadiran naskah tersebut memperlihatkan percampuran budaya lokal dengan pengaruh Islam.
Aceh juga menjadi salah satu pusat naskah kuno Nusantara. Banyak manuskrip Islam lahir di sana, ditulis dengan aksara Jawi dan berisi tafsir Al-Qur’an, hadis, hingga ilmu fiqih. Hal ini menunjukkan peran Aceh sebagai pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara pada masa lalu.
Di wilayah Bugis-Makassar, terdapat naskah berbahasa dan beraksara Bugis yang dikenal dengan nama lontara. Naskah lontara menyimpan catatan silsilah, hukum adat, hingga perjanjian dagang. Keberadaan lontara memperlihatkan bagaimana masyarakat Sulawesi menghargai pengetahuan tertulis.
Sayangnya, banyak naskah kuno di Nusantara yang kini terancam rusak atau hilang. Faktor iklim tropis, kurangnya perawatan, hingga pencurian menjadi penyebab utama. Beberapa bahkan sudah dibawa keluar negeri sejak masa kolonial dan kini tersimpan di museum Eropa.
Pelestarian naskah kuno menjadi hal penting untuk menjaga identitas bangsa. Digitalisasi, penelitian, hingga pengajaran di sekolah dapat menjadi cara untuk mengenalkan generasi muda pada kekayaan intelektual ini. Naskah kuno bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk masa depan.
Dengan memahami sejarah naskah kuno di Nusantara, kita bisa melihat betapa tingginya tradisi literasi leluhur bangsa. Warisan ini membuktikan bahwa Nusantara memiliki peradaban yang maju, intelektual, dan berperan penting dalam perkembangan budaya dunia.














