Cobisnis.com – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan upaya Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia yang inklusif terus dilakukan oleh BEI dengan pendirian 30 Kantor Perwakilan (KP) BEI dan 500 Galeri Investasi (GI) BEI di seluruh Indonesia.
BEI pada Senin (14 Desember 2020) mengadakan acara “Pengembangan Pasar Modal Indonesia – Apresiasi untuk Negeri” sebagai bagian dari edukasi Pasar Modal Indonesia sekaligus meresmikan GI BEI yang ke-500, yaitu GI BEI Akademi Keuangan dan Perbankan Effata di Jalan Sumba No.17, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program edukasi dan literasi BEI diketahui telah menciptakan generasi yang lebih melek investasi. Ini mendorong Pasar Modal Indonesia yang lebih berintegritas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Berdasarkan data BEI dari Januari – November 2020, dari sisi edukasi kepada calon investor dan investor, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang dan 54.800 pembukaan rekening efek.
Dari total acara tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950.000 orang.
“Sebagai hasil kegiatan edukasi yang gencar tersebut, tahun 2020 ditandai dengan berbagai pencapaian
signifikan pada peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID), baik saham maupun SID pasar modal,
peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktifitas investor domestik ritel dari sisi
frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham yang tahun ini sudah didominasi oleh investor
domestik,” ujar Inarno.
Pencapaian ini, kata dia, tentunya tidak luput dari peran penting GI BEI yang pro-aktif dalam menyebarluaskan informasi pasar modal ke seluruh daerah di Indonesia.
“Untuk itu, kami memberikan apresiasi
setinggi-tingginya atas kerja keras dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia,” kata Inarno.
Dengan keberadaan 500 GI BEI yang tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, BEI berharap akses
informasi masyarakat, khususnya bagi generasi milenial, akan semakin mudah. Sesuai dengan fungsinya, GI BEI adalah sarana untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada kalangan akademisi.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, mengatakan BEI perlu melanjutkan pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner memanfaatkan teknologi untuk pengembangan pasar modal yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi.
Pengembangan tersebut antara lain di berbagai fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa, serta edukasi secara masif melalui media sosial, influencer, komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara online.
“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan Pasar Modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik,
terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian tahun
ini,” kata Hoesen.













