JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) dalam International Stabilization Force (ISF) merupakan bukti nyata pengakuan dunia internasional terhadap reputasi dan rekam jejak Indonesia dalam misi perdamaian global.
Menurut Sugiono, kepercayaan tersebut mencerminkan profesionalisme dan dedikasi prajurit Indonesia dalam berbagai operasi penjagaan perdamaian di dunia.
Penunjukan ini, kata dia, merupakan bentuk penghormatan internasional terhadap kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan global.
Indonesia menerima mandat tersebut setelah mendapat undangan langsung dari Amerika Serikat selaku Force Commander ISF. Dalam struktur operasi gabungan internasional, posisi Wakil Komandan umumnya diberikan kepada negara dengan kontribusi pasukan terbesar.
Dalam misi ISF di Gaza, Indonesia direncanakan mengerahkan hingga 8.000 personel TNI, dari total sekitar 20.000 pasukan gabungan internasional. Atas dasar kontribusi besar tersebut, Indonesia dipercaya mengisi posisi strategis sebagai Deputy Commander bidang Operasi.
Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam ISF berfokus pada perlindungan masyarakat sipil, misi kemanusiaan, layanan medis, serta rekonstruksi wilayah, bukan operasi militer ofensif. Pasukan Indonesia akan menjalankan mandat non-tempur dan berorientasi pada stabilisasi serta kemanusiaan.
Dalam pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington DC, perwakilan Amerika Serikat menyampaikan bahwa Indonesia telah resmi menerima posisi Wakil Komandan ISF sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan stabilitas jangka panjang dan perdamaian berkelanjutan di Gaza.
Indonesia bergabung dalam ISF bersama negara-negara lain seperti Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania. Misi utama ISF adalah mengawasi gencatan senjata, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung pembentukan pemerintahan sipil di Gaza.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto membenarkan bahwa Indonesia diminta menjadi Wakil Komandan ISF dan menyatakan kesiapan penuh pemerintah untuk mengerahkan pasukan demi keberhasilan misi perdamaian internasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengiriman pasukan merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia serta memperkuat peran diplomasi dan kemanusiaan Indonesia di tingkat global.













