JAKARTA, Cobisnis.com – Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara terendam banjir. Kawasan Sunter dan Boulevard Kelapa Gading menjadi titik terdampak, dengan genangan air menghambat arus lalu lintas dan membuat sejumlah kendaraan mogok.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan terjadi di dua RT di Kelurahan Tanjung Priok. Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 sentimeter dan masih dalam proses penanganan oleh petugas di lapangan.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam sedikitnya empat ruas jalan utama di Jakarta Utara. Lokasi terdampak tersebar di Kecamatan Koja dan Kecamatan Cilincing, yang selama ini dikenal sebagai jalur padat aktivitas harian.
Di Kecamatan Koja, genangan air terjadi di Jalan Anggrek, Kelurahan Rawa Badak Utara, serta Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan melambat dan antrean lalu lintas tidak terhindarkan.
Sementara di Kecamatan Cilincing, banjir merendam Jalan Rorotan, tepat di depan masjid, serta Jalan Taman Stasiun di Kelurahan Tanjung Priok. Genangan air di titik ini cukup mengganggu akses warga dan kendaraan logistik.
Tak hanya itu, Jalan Astra Kawasan Sunter juga terendam banjir sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Beberapa pengendara dilaporkan mengalami mogok setelah nekat menerobos genangan yang cukup dalam.
Banjir turut melanda kawasan Boulevard Kelapa Gading, salah satu pusat aktivitas ekonomi dan bisnis di Jakarta Utara. Genangan air di jalan utama membuat arus lalu lintas tersendat dan memicu kepadatan di jam sibuk pagi hari.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak.
BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi optimal.
Yohan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas, terutama pengguna jalan. Warga diminta menghindari ruas jalan tergenang dan memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan lalu lintas.
Dalam kondisi darurat, masyarakat diimbau segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam. Pemerintah daerah menegaskan penanganan banjir terus dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga dan roda ekonomi.














