JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah helikopter serang AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan jatuh di perairan dekat pantai Oman pada Senin malam. Insiden tersebut terjadi saat helikopter menjalankan patroli rutin di kawasan strategis Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua awak yang berada di dalam helikopter berhasil diselamatkan. Keduanya dilaporkan berada dalam kondisi stabil dan tidak mengalami luka serius setelah proses evakuasi.
Operasi penyelamatan dilakukan kurang dari dua jam setelah helikopter jatuh ke laut. Proses evakuasi disebut menjadi salah satu misi penyelamatan pertama yang memanfaatkan kendaraan permukaan tanpa awak atau drone laut milik militer AS.
Menurut keterangan pejabat militer, helikopter tersebut sedang melakukan patroli rutin di lepas pantai Oman ketika insiden terjadi. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan oleh otoritas militer Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengonfirmasi keselamatan kedua awak helikopter tersebut. Ia menyatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Pihak berwenang belum memastikan apakah insiden dipicu oleh gangguan teknis, faktor mekanis, atau penyebab lainnya. Berbagai kemungkinan masih ditelusuri untuk mengetahui kronologi lengkap kecelakaan tersebut.
Lokasi jatuhnya helikopter berada di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Kawasan ini memiliki peran vital dalam lalu lintas perdagangan energi dunia dan kerap menjadi fokus operasi keamanan internasional.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi yang mengaitkan kecelakaan helikopter Apache tersebut dengan dinamika geopolitik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.













