Cobisnis.com – Harga Bitcoin untuk pertama kalinya mencapai $ 29.000 atau sekitar Rp 409 juta pada Kamis (31 Desember 2020). Dengan demikian, selama tahun ini nilai mata uang digital meningkat hampir empat kali lipat di tengah terus naiknya minat dari investor besar maupun kecil.
Bitcoin, cryptocurrency paling populer di dunia menyentuh $ 29.300 sebelum akhirnya mundur, terakhir turun 0,67% menjadi $ 28.774,36. Angka ini melonjak hampir setengahnya sejak menembus $ 20.000 untuk pertama kalinya pada 16 Desember 2020.
Potensi Bitcoin untuk memperoleh keuntungan sangat cepat, serta ekspektasi bahwa hal itu bisa menjadi metode pembayaran utama. Kondisi ini menarik permintaan dari investor AS yang lebih besar, serta dari pedagang yang biasanya berpegang pada ekuitas.
“Anda dapat membeli saham seperti Amazon, Anda dapat membeli saham seperti Apple, dan Anda tahu apa yang Anda dapatkan,” kata Dennis Dick, pedagang di Bright Trading LLC dilansir Reuters, Jumat (1 Januari 2021).
“Dengan Bitcoin, Anda hanya memiliki angka di layar dan Anda benar-benar berharap orang di belakang layar melihatnya sebagai bernilai lebih dari apa yang baru saja Anda bayar, jadi ini adalah pandangan yang murni spekulatif,” katanya.
Dennis Dick menceritakan pengalamannya ketika mulai tertarik dengan cerita di balik bitcoin, termasuk daya tarik yang didapatnya dari investor institusional.
Dick kemudian memutuskan untuk memutar 1% dari kekayaan bersihnya ke dalam dana bitcoin sekitar lima pekan yang lalu. Sejak saat itu nilainya berlipat ganda dan dia menjual setengahnya pada Kamis (31 Desember 2020).
“Ketika Anda berhasil menggandakan uang Anda dalam lima pekan, jika Anda menjual setengahnya, saya pikir Anda bermain-main dengan house money, tanpa risiko atau nothing to lose,” ujar Dick.
Menurut situs web industri CoinMarketCap coinmarketcap.com, keuntungan yang baru-baru ini membuat heboh telah membawa kapitalisasi pasar bitcoin melewati $ 536 miliar.














