JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) kembali mengadakan acara tahunan Hana Bank Economic Outlook 2026 dengan mengusung tema “Indonesia in A Shifting World: Geopolitical, Capital Market, and the Global Economy 2026.” Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ternama seperti Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance, dan Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea. Lebih dari 300 nasabah dan mitra bisnis hadir dalam acara tersebut yang mewakili berbagai sektor industri.
Direktur Utama Hana Bank, Ko Yung Ryul, menjelaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan dengan beragam dinamika global, mulai dari kebijakan penurunan suku bunga di negara besar, fluktuasi nilai tukar, kebijakan tarif impor, hingga ketegangan geopolitik yang masih berlanjut.
“Kami ingin melalui forum ini, para nasabah bisa memperoleh pandangan mendalam mengenai arah ekonomi global dan nasional, sehingga mampu menyiapkan strategi bisnis yang tepat untuk tahun 2026. Hana Bank akan terus menjadi mitra keuangan terpercaya yang tumbuh bersama nasabah,” ujar Ko Yung Ryul dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, memaparkan bahwa pasar modal Indonesia terus menunjukkan pemulihan yang kuat. Hingga 24 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh sebesar 16,83% year-to-date, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp16,46 triliun dan jumlah investor aktif harian mencapai 232.000 orang. Ia menyebut pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Iman juga menyoroti peningkatan kepemilikan institusional domestik serta optimisme investor menjelang akhir tahun, yang didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan stabilitas ekonomi nasional.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh di atas 5% pada akhir 2025, terutama jika belanja pemerintah dapat terealisasi secara maksimal. Ia menilai kebijakan fiskal seperti bantuan pangan, program padat karya, insentif PPh 21, dan potongan tarif transportasi pada akhir tahun akan menjadi pendorong daya beli masyarakat.
Yunarto juga menekankan bahwa kinerja neraca perdagangan yang positif dan stabilitas sektor ekspor menjadi faktor penting dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance memaparkan proyeksi arah ekonomi dan pasar keuangan global serta Indonesia, sementara Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea membahas tren terbaru dalam perpajakan, tabungan, dan strategi pengelolaan warisan di Korea yang dapat menjadi referensi bagi investor Indonesia.
Hana Bank Economic Outlook telah menjadi agenda rutin sejak 2010 sebagai bagian dari komitmen Hana Bank untuk menghadirkan wawasan ekonomi strategis kepada para nasabah dan mitra bisnis, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.














