JAKARTA, Cobisnis.com – Situasi geopolitik global kembali memanas seiring meningkatnya tensi antarnegara dan perebutan kepentingan strategis di berbagai kawasan. Kondisi ini mendorong perubahan arah pasar, khususnya pada sektor komoditas.
Ketidakpastian global membuat negara-negara besar fokus mengamankan pasokan energi dan pangan. Langkah ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan komoditas primer, termasuk batu bara dan minyak sawit atau CPO.
Isu geopolitik di kawasan Arktik, termasuk wacana penguatan kendali Amerika Serikat atas wilayah strategis seperti Greenland, menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas rantai pasok global.
Dalam konteks energi, batu bara kembali mendapat perhatian sebagai sumber energi yang masih andal di tengah transisi energi yang belum sepenuhnya stabil. Negara berkembang tetap mengandalkan batu bara untuk menjaga ketahanan listrik nasional.
Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar dunia berada pada posisi strategis. Kenaikan permintaan global berpotensi memperkuat kinerja emiten batu bara di pasar modal domestik.
Di sisi lain, sektor CPO juga diuntungkan oleh kondisi global yang tidak menentu. Minyak sawit dipandang sebagai komoditas pangan dan energi yang fleksibel, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun biodiesel.
Ketegangan geopolitik mendorong negara importir meningkatkan stok bahan pangan dan energi. Hal ini memberi sentimen positif terhadap harga CPO dan prospek ekspor Indonesia.
Dari sisi ekonomi nasional, penguatan sektor komoditas berpotensi menopang neraca perdagangan dan penerimaan negara. Namun, volatilitas harga tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.
Pelaku pasar modal menilai saham batu bara dan CPO sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, selektivitas tetap dibutuhkan untuk menghindari risiko jangka pendek.
Dengan geopolitik global yang masih bergejolak, sektor batu bara dan CPO diperkirakan tetap berada dalam radar investor. Dinamika global akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.














