JAKARTA, Cobisnis.com – Serangan militer kembali dilancarkan Israel ke wilayah Gaza, Palestina, dengan menggunakan senjata termal dan bom vakum. Laporan Al Jazeera menyebutkan, senjata tersebut digunakan dalam serangan yang membombardir wilayah padat penduduk dan menargetkan warga sipil.
Menanggapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras penggunaan senjata tersebut yang dinilai sebagai bentuk kebiadaban yang melampaui batas kemanusiaan dan nurani. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengaku geram setelah membaca hasil investigasi terkait dugaan penggunaan senjata termal dan bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza.
“Saya shock dan sekaligus geram membaca hasil investigasi yang disampaikan Al Jazeera terkait dugaan penggunaan senjata termal atau bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza. Ini menelan korban lenyap seketika tak tersisa, mencapai ribuan orang,” ujarnya.
Menurutnya, informasi mengenai warga Palestina yang lenyap tanpa jejak akibat suhu ekstrem yang dihasilkan senjata tersebut menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan. Ia menilai, senjata yang mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat celsius dan menghancurkan tubuh manusia tanpa sisa merupakan bentuk kekerasan yang sangat menjijikkan serta bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.
Prof Sudarnoto menegaskan, jika penggunaan senjata tersebut terbukti dilakukan, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan norma-norma hukum internasional. Karena itu, MUI mendesak dunia internasional untuk tidak diam serta menghentikan praktik standar ganda dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM).
“Setiap bentuk kejahatan harus diusut secara independen dan transparan. Para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
MUI juga mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan yang terus terjadi di Palestina. Menurut MUI, tragedi tersebut bukan sekadar isu regional, melainkan persoalan moral dan kemanusiaan universal.
Selain itu, MUI menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional agar segera membentuk investigasi independen yang kredibel, memastikan perlindungan terhadap warga sipil, serta menghentikan seluruh pasokan senjata yang berpotensi memperparah penderitaan rakyat Palestina.
MUI juga mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat dunia yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan untuk terus menyuarakan keadilan. Solidaritas terhadap Palestina tidak boleh surut, dukungan kemanusiaan harus diperkuat, dan tekanan diplomatik harus ditingkatkan agar agresi ini segera dihentikan.
“Perdamaian tidak mungkin terwujud tanpa keadilan. Penjajahan dalam bentuk apa pun di muka bumi ini harus dihapuskan,” tegas Prof Sudarnoto.













