• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Fenomena Tortoise Tech: Ketika Startup Pelan Justru Lebih Tahan Lama

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
December 2, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Terjebak di Tengah: Mengapa Middle Income Trap Jadi Musuh Terberat Negara Berkembang

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena tortoise tech muncul sebagai respons terhadap dunia startup yang sebelumnya hanya menghargai kecepatan pertumbuhan. Banyak perusahaan rintisan kini mulai meninggalkan pola “burn money” dan memilih jalur bertumbuh pelan, stabil, dan berbasis pendapatan nyata. Model ini dianggap lebih aman, lebih sehat, dan lebih realistis untuk kondisi pasar yang makin tidak pasti.

Startup beraliran tortoise tech biasanya memprioritaskan profitabilitas sejak awal. Mereka membangun produk yang langsung bisa menghasilkan revenue, bukan sekadar mengejar jumlah pengguna. Fokus mereka bukan “kapan valuasi naik”, tapi “bagaimana bisnisnya bisa bertahan puluhan tahun”. Pendekatan ini membuat arus kas lebih stabil dan risiko kegagalan lebih rendah.

Sektor yang digarap tortoise tech pun cenderung bukan kategori glamour. Mereka sering bergerak di area seperti layanan B2B sederhana, logistik kecil, micro SaaS, agritech lokal, atau solusi industri spesifik. Walaupun tidak viral, kebutuhan di sektor-sektor ini bersifat konstan, membuat mereka punya pasar yang setia dan predictable.

Kultur kerja tortoise tech juga berbeda. Mereka menolak overhiring dan memilih tim yang kecil namun solid. Operasional dibuat seefisien mungkin, tiap biaya harus punya alasan. Cara ini mencegah pemborosan besar dan memperkuat ketahanan bisnis ketika kondisi pasar berubah drastis.

Pertumbuhan organik menjadi pilar penting. Mereka lebih mengutamakan kualitas produk daripada strategi marketing agresif. Customer datang karena produk benar-benar menyelesaikan masalah, bukan karena promo atau diskon besar. Akibatnya, tingkat retensi tinggi dan biaya akuisisi pelanggan tetap terkendali.

Ketika startup cepat tumbuh sering rentan ketika pendanaan menipis, tortoise tech justru berdiri paling kuat. Mereka tidak bergantung pada suntikan modal eksternal sehingga bisa bertahan meski pasar investasi sedang kering. Model bisnis mereka membuat perusahaan tidak goyah ketika ekonomi melambat.

Fenomena ini juga menggeser definisi kesuksesan. Bukan lagi tentang valuasi bombastis, tapi tentang umur panjang dan profitabilitas berkelanjutan. Banyak investor pun mulai mengapresiasi perusahaan yang memilih berkembang stabil dan tidak terburu-buru mengejar pertumbuhan eksponensial.

Pada akhirnya, tortoise tech mengajarkan bahwa dalam dunia startup modern, jadi yang tercepat bukan selalu yang menang. Yang paling kokoh, adaptif, dan konsisten justru punya peluang terbesar untuk bertahan dan memimpin dalam jangka panjang.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download karbonn firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comstartupTortoise Tech“burn money”

Related Posts

Inflasi Stabil, Ekonom Bank Mandiri Optimistis Konsumsi Domestik Dorong Ekonomi Awal 2026

Inflasi Stabil, Ekonom Bank Mandiri Optimistis Konsumsi Domestik Dorong Ekonomi Awal 2026

by Dwi Natasya
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas konsumsi masyarakat menunjukkan penguatan pada akhir 2025, seiring meningkatnya belanja selama periode Natal dan Tahun Baru...

Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

by Weldon Darmawan
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang dikenal Ari Askhara diangkat sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim...

Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

by Hidayat Taufik
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali (18), warga Kramat Utara, Magelang Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal...

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

by Desti Dwi Natasya
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  – Teh dan kopi merupakan dua minuman yang paling sering dikonsumsi dalam keseharian. Selain dikenal mampu meningkatkan fokus...

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

Pilihan Buah Rendah Gula yang Cocok untuk Menu Diet Sehari-hari

by Desti Dwi Natasya
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Buah sering dijadikan pilihan utama saat menjalani program diet karena kaya nutrisi dan praktis dikonsumsi. Meski begitu,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Mengundurkan diri

Jajaran Komisaris MKNT Kompak Mengundurkan Diri, Ini Kata Manajemen

January 14, 2026
Purbaya Sebut Coretax Masih Banyak Masalah, Perbaikan 1 Bulan Belum Cukup

Purbaya Tegas: Rokok Ilegal Harus Masuk Sistem atau Ditindak

January 14, 2026
Inflasi Stabil, Ekonom Bank Mandiri Optimistis Konsumsi Domestik Dorong Ekonomi Awal 2026

Inflasi Stabil, Ekonom Bank Mandiri Optimistis Konsumsi Domestik Dorong Ekonomi Awal 2026

January 15, 2026
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

January 15, 2026
Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved