JAKARTA, Cobisnis.com – Komitmen Bank Mandiri dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah perdesaan kembali mendapat pengakuan. Pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Boyolali, akhir pekan lalu, Bank Mandiri menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto atas kontribusi aktifnya dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
SVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Hendrianto Setiawan menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya jangka panjang dan berkelanjutan yang dilakukan perseroan dalam memperkuat ekonomi desa. Upaya tersebut dijalankan melalui integrasi pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem keuangan yang terhubung dan inklusif.
“Penghargaan ini menjadi penguat komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir di desa sebagai mitra strategis pembangunan. Kami mendorong desa agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui sinergi program, perluasan akses keuangan, dan peningkatan kapasitas masyarakat,” ujar Hendrianto dalam keterangan resmi, Senin (19/1).
Ia menambahkan, guna memastikan pemberdayaan desa berjalan secara terukur dan berkesinambungan, Bank Mandiri menjalankan berbagai inisiatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. Melalui program Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa di Indonesia.
Program tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa. Rinciannya meliputi 800 penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting, 350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.
Dalam rangka memperkuat kelembagaan ekonomi desa, Bank Mandiri juga aktif mendorong kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA). Inisiatif ini diintegrasikan dengan program strategis nasional, antara lain penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih serta Program Makan Bergizi Gratis.
Hingga saat ini, Bank Mandiri telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES dan BUMDESMA, mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, serta menyalurkan pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga memperluas kontribusinya melalui program Mandiri Sahabatku yang menyasar pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI di enam negara, yakni Malaysia, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, serta kawasan Timur Tengah. Fokus utama program ini adalah penguatan kapasitas kewirausahaan agar para PMI mampu menjadi penggerak ekonomi lokal setelah kembali ke Tanah Air. Program tersebut turut diperkuat dengan skema Bapak Asuh PMI yang melibatkan 948 peserta.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus mendorong akselerasi penguatan ekonomi desa melalui sinergi pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem usaha yang terintegrasi, sejalan dengan agenda pembangunan nasional,” lanjut Hendrianto.
Selain pemberdayaan desa, Bank Mandiri juga mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui penyelenggaraan Mandiri UMKM Fest yang diikuti oleh 360 pelaku usaha. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan kualitas produk UMKM, dengan mayoritas peserta berasal dari sektor fashion sebesar 66 persen dan food and beverage sebesar 29 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa yang terus berkembang.
Bank Mandiri memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga konsistensi pembangunan dan pemberdayaan desa yang terukur dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat layanan dalam ekosistem finansial nasional agar pembangunan desa berjalan efektif, terintegrasi, dan mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang,” tutup Hendrianto.














