Cobisnis.com – Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan PLN mendukung penuh pemberantasan korupsi di Indonesia sekaligus mengajak stakeholder dan masyarakat untuk turut mensosialisasikan prinsip 4 No’s di lingkungan PLN Group. Prinsip 4 No’s tersebut adalah “No Bribery, No Gift, No Kickbacks, dan No Luxurious Hospitality”.
Hal itu diungkapkan Zulkifli dalam diskusi pencegahan korupsi di korporasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Transparency International Indonesia (TII). Diskusi yang bertujuan meningkatkan kesadaran anti korupsi ini bertepatan dengan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember.
“Sejak tahun 2020 PLN sudah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk terus memperkuat sistem manajemen organisasi yang lebih baik atau good corporate governance (GCG),” kata Zulkifli dalam siaran pers, Jumat (11 Desember 2020).
Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi menjelaskan budaya anti korupsi di lingkungan PLN sudah digaungkan sejak tahun 2014 dengan sebutan PLN Bersih. Gerakan itu dilanjutkan dengan Pelaporan LHKPN serta Pengendalian Gratifikasi.
Hal ini, kata dia, juga sebagai bentuk kepatuhan dan wujud nyata PT PLN (Persero) dalam menguatkan integritas perusahaan.
“17 tahun sudah Indonesia melakukan pemberantas korupsi. Kita harus bekerja sama dengan mengutamakan pencegahan dan memperkuat tata kelola. Dalam hal ini PLN sudah menjalankan pencegahan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Saya percaya seluruh insan PLN akan dapat diandalkan dalam mengimplementasikan pemberantasan korupsi,” kata Amien.
KPK menyampaikan bahwa korupsi telah mengakibatkan kerugian besar keuangan negara sehingga KPK lebih mengutamakan tindakan pencegahan. Terdapat program-program intervensi pencegahan korupsi terintegrasi dari KPK, salah satu diantaranya telah dilakukan KPK bersama PLN.
“KPK bekerja sama dengan PLN mengenai manajemen asset daerah, termasuk aset-aset PLN yang tersebar di seluruh Indonesia. Aset PLN harus di sertifikasi guna menghindari perpindahan tangan ke pihak tiga baik swasta atau masyarakat,” ujar Yudhiawan.
Ketua Dewan Pengurus TII, Felia Salim, menyampaikan harapannya terhadap PLN yang disebutnya seperti mini Indonesia. Menurut dia, jika PLN dapat menjadi contoh, hal ini akan menggerakkan ribuan perusahaan lain untuk terciptanya anti suap dan anti korupsi serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa PLN berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.














