JAKARTA, Cobisnis.com – Kisah Nabi Nuh yang dikenal dengan keteguhan dan sikap pantang menyerah ternyata menjadi inspirasi hidup bagi David Steward, pengusaha asal Missouri, Amerika Serikat, yang kini memiliki kekayaan ratusan triliun rupiah.
David Steward mengaku mulai mengubah cara pandangnya setelah membaca dan mempelajari kisah Nabi Nuh, khususnya tentang keteguhan menghadapi ejekan dan penolakan dari lingkungan sekitar.
Dalam kisah tersebut, Nabi Nuh tetap membangun bahtera besar meski dicemooh masyarakat karena dianggap tidak masuk akal, lantaran saat itu tidak ada tanda-tanda bencana.
Namun, keyakinan Nabi Nuh terbukti saat banjir besar datang dan bahtera itu menjadi penyelamat bagi umat manusia, hewan, dan tumbuhan yang ikut di dalamnya.
Nilai keteguhan inilah yang kemudian dipegang teguh oleh David Steward dalam menjalani hidup dan membangun bisnisnya di tengah tekanan sosial.
Sejak kecil, hidup Steward sudah diwarnai diskriminasi karena ia terlahir sebagai warga kulit hitam dari keluarga miskin di Amerika Serikat.
Saat masih sekolah, ia harus menghadapi sistem segregasi yang memisahkan dirinya dari siswa berkulit putih, hanya karena perbedaan ras.
Tekanan itu kembali ia alami ketika memutuskan keluar dari zona nyaman sebagai pegawai dan membangun usaha teknologi pada awal 1990-an.
Kala itu, Steward mendirikan World Wide Technology (WWT), perusahaan penyedia layanan teknologi komputer untuk korporasi, di saat sektor tersebut masih asing dan diragukan banyak orang.
Banyak pihak mencemooh langkahnya, mirip seperti perlakuan masyarakat terhadap Nabi Nuh saat membangun bahtera.
Namun, Steward tetap melangkah dengan keyakinan bahwa teknologi dan internet akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.
Seiring berkembangnya zaman dan digitalisasi global, kepercayaan tersebut terbukti. WWT tumbuh menjadi salah satu perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.
Mengutip Forbes, kekayaan David Steward kini mencapai US$ 11,4 miliar atau setara Rp 184,6 triliun, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.
Kesuksesan tersebut menegaskan bahwa keteguhan prinsip, keberanian melawan arus, dan sikap pantang menyerah tetap relevan dalam dunia bisnis modern.














