JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai memangkas puluhan staf Federal Emergency Management Agency (FEMA) yang berada di garis depan penanganan dan pemulihan bencana. Pemangkasan ini dilakukan tepat di awal 2026, berdasarkan email internal yang diperoleh CNN serta keterangan sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Pada malam Tahun Baru, sejumlah pegawai menerima pemberitahuan bahwa kontrak mereka “tidak akan diperpanjang” dan layanan mereka “tidak lagi dibutuhkan” setelah masa kerja berakhir dalam beberapa hari pertama Januari. Pemutusan ini menargetkan anggota Cadre of On-Call Response and Recovery (CORE), tim yang selama ini menjadi tulang punggung operasi FEMA saat dan setelah bencana.
Menurut dua sumber, sekitar 50 staf CORE terdampak langsung oleh keputusan mendadak tersebut. Langkah ini disebut berasal dari Pelaksana Tugas Kepala FEMA yang baru, Karen Evans, yang ditunjuk oleh pimpinan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) setelah kepala FEMA sebelumnya mengundurkan diri.
Pemangkasan ini mengejutkan banyak pegawai karena dilakukan tanpa peringatan berarti. Salah satu staf menyebut perlakuan tersebut “sangat kejam.” CORE sendiri dikenal sebagai personel federal pertama yang turun ke lapangan saat terjadi bencana, bekerja bersama pemerintah daerah untuk membantu korban serta mengelola bantuan dan hibah pemulihan.
Seorang mantan pejabat senior FEMA mengatakan bahwa tanpa staf CORE, kemampuan FEMA untuk merespons bencana akan sangat terganggu. Banyak kantor regional FEMA hampir sepenuhnya diisi oleh pekerja CORE, sehingga absennya mereka dapat membuat negara bagian harus menangani krisis sendirian.
DHS membantah telah mengeluarkan kebijakan baru terkait CORE dan menyatakan bahwa posisi tersebut memang bersifat kontrak terbatas yang dapat berakhir sesuai kebutuhan operasional dan pendanaan. Namun, beberapa sumber menyebut DHS tengah mempertimbangkan untuk membiarkan lebih banyak kontrak berakhir sebagai bagian dari rencana mengecilkan ukuran FEMA.
Saat ini, sekitar 40% tenaga kerja FEMA berasal dari CORE, atau lebih dari 8.000 orang. Ribuan di antaranya dijadwalkan habis masa kontraknya sepanjang 2026. Di bawah pemerintahan Trump periode kedua, FEMA dinilai “terlalu gemuk,” meski laporan Government Accountability Office pada 2023 justru menyebut lembaga itu kekurangan lebih dari 6.000 pegawai.
Pemangkasan staf CORE ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk merombak FEMA, mengurangi peran federal, dan memindahkan lebih banyak tanggung jawab penanganan bencana ke negara bagian. Rencana tersebut menuai kekhawatiran karena banyak negara bagian dinilai belum siap menangani bencana besar tanpa dukungan penuh pemerintah federal.














