JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian Inggris resmi memperkenalkan hijab magnetik sebagai bagian dari seragam petugas Muslimah. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan personel perempuan yang berhijab saat menjalankan tugas lapangan berisiko tinggi.
Hijab dengan teknologi magnetic quick-release ini dikembangkan oleh Detektif Sersan Yassin Desai, pendiri Asosiasi Kepolisian Muslim Leicestershire. Gagasan tersebut telah ia rintis sejak lebih dari 20 tahun lalu, berangkat dari kekhawatiran soal keamanan petugas Muslimah.
Selama bertahun-tahun, Desai menilai desain hijab kepolisian yang ada di berbagai negara belum sepenuhnya cocok dengan kondisi operasional di Inggris. Banyak hijab dinilai terlalu kuat dan justru berpotensi membahayakan saat terjadi kontak fisik.
Dalam praktiknya, hijab konvensional yang menggunakan peniti atau lilitan kuat bisa menjadi titik lemah. Pelaku kriminal berpotensi menarik hijab dan menyebabkan risiko tercekik atau cedera leher bagi petugas.
Teknologi magnetik pada hijab ini memungkinkan kain terlepas secara otomatis ketika ditarik dengan paksa. Sistem ini dirancang untuk mengurangi risiko cedera serius tanpa mengganggu fungsi hijab sebagai penutup aurat.
Kepolisian Inggris menegaskan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap pembaruan perlengkapan kerja. Inovasi ini hadir sebagai solusi yang realistis dan relevan dengan tantangan lapangan.
Selain aspek keamanan, kebijakan ini juga mencerminkan komitmen institusi dalam menghormati keberagaman. Kepolisian Inggris berupaya memastikan setiap petugas dapat menjalankan tugas profesional tanpa harus mengorbankan identitas keyakinannya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan pendekatan inklusif yang selama ini dibangun aparat keamanan Inggris. Seragam bukan hanya simbol otoritas, tetapi juga representasi keberagaman masyarakat yang dilayani.
Keberadaan hijab magnetik ini juga memberi sinyal positif bagi partisipasi perempuan Muslim dalam sektor keamanan. Dukungan institusional dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan setara.
Pengamat sosial menilai inovasi ini dapat menjadi contoh bagi lembaga publik di negara lain. Integrasi nilai keselamatan dan kebebasan beragama dianggap sebagai praktik kebijakan modern yang adaptif.
Dengan penerapan hijab magnetik, Kepolisian Inggris menunjukkan bahwa profesionalisme, keselamatan kerja, dan penghormatan terhadap keyakinan dapat berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan.














