• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Demam Olahraga Robot Di China Berpotensi Hadirkan Robot Humanoid Ke Rumah Tangga

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 3, 2026
in Teknologi
0
Demam Olahraga Robot Di China Berpotensi Hadirkan Robot Humanoid Ke Rumah Tangga

JAKARTA, Cobisnis.com – Di pinggiran Beijing, seorang pengusaha muda China bernama Cheng Hao duduk di sebuah lapangan sepak bola indoor. Namun, rumput sintetis itu bukan untuk manusia, melainkan tempat para insinyur start-up miliknya, Booster Robotics, melatih robot humanoid bermain sepak bola dengan kecerdasan buatan. Robot-robot tersebut diajari menggiring bola, mengoper, menembak, hingga menghadang lawan.

Cheng Hao, pria berusia 37 tahun asal Beijing, berada di garis depan dorongan China selama satu dekade terakhir untuk mengembangkan teknologi robot humanoid. Ia mendirikan Booster Robotics pada 2023, terinspirasi oleh peluncuran robot humanoid Optimus milik Tesla serta kemunculan ChatGPT-4, dengan ambisi menciptakan robot humanoid pemain sepak bola tercanggih di dunia.

“Ada ratusan tim sepak bola robot di dunia,” ujar Cheng. “Kami harus menjadi yang pertama di ceruk pasar ini, lalu masuk ke pasar lain.”

Industri robot China berkembang pesat sejak 2015, ketika pemerintah memasukkan robotika sebagai salah satu dari 10 sektor utama dalam cetak biru peningkatan industri nasional. Tujuannya adalah mengubah citra China dari sekadar pabrik tenaga kerja murah menjadi pusat teknologi maju.

Kini, China memiliki lebih dari 150 perusahaan robot humanoid dan jumlahnya terus bertambah. Bagi banyak start-up robot seperti milik Cheng, olahraga menjadi ajang uji coba teknologi sekaligus sarana unjuk kemampuan di dunia nyata. Fenomena ini memicu ledakan ajang olahraga robot di China sepanjang 2025. Puluhan robot tampil menari bersama dalam Gala Festival Musim Semi, humanoid mengikuti lomba lari setengah maraton pertama mereka, dan Beijing menjadi tuan rumah ajang Humanoid Robot Games pertama di dunia yang mempertandingkan sepak bola, tinju, bela diri, hingga cabang olahraga lainnya.

Demam olahraga robot ini muncul seiring menguatnya persaingan teknologi global antara China dan Amerika Serikat. China bukan hanya membidik potensi pasar bernilai miliaran dolar, tetapi juga berupaya meningkatkan produktivitas di tengah populasi tenaga kerja yang menua dengan cepat.

Mengapa Sepak Bola?

Tim Booster Robotics kala itu tengah bersiap mengikuti RoboCup, turnamen internasional bergengsi yang menguji kemampuan kecerdasan buatan robot dalam bermain sepak bola. Sepak bola telah lama menjadi tolok ukur bagi ilmuwan robotika karena membutuhkan berbagai kemampuan dasar seperti pergerakan, penglihatan, penentuan posisi, strategi kolaboratif, dan penalaran menghadapi lawan.

“Tujuan inspiratif RoboCup adalah menciptakan tim robot yang bisa mengalahkan tim sepak bola manusia terbaik di lapangan sungguhan,” kata Peter Stone, mantan presiden RoboCup dan profesor ilmu komputer di University of Texas at Austin.

Bagi Cheng, sepak bola hanyalah sarana uji coba. Ia meyakini teknologi yang diuji di lapangan dapat diterapkan di pabrik maupun rumah tangga pada masa depan. Selain itu, olahraga robot juga efektif menarik perhatian publik dan investor. Sebuah liga sepak bola robot eksibisi yang digelar Booster Robotics pada Juni lalu disiarkan langsung oleh televisi pemerintah China dan menarik sponsor dari berbagai merek. Tak lama setelah menjuarai RoboCup 2025 di Brasil, perusahaan ini mengumumkan pendanaan Seri A+ senilai lebih dari US$14 juta.

Dorongan Nasional

Seperti industri kendaraan listrik, perkembangan robot humanoid di China sangat didorong pemerintah. Sejak 2021, pemerintah China merilis rencana lima tahunan yang mencakup subsidi besar, pemotongan pajak riset, serta kemudahan pembiayaan.

Hal ini terlihat dari penyelenggaraan World Humanoid Robots Games yang didukung pemerintah Beijing dan media pemerintah CCTV. Ajang tersebut mempertandingkan lomba lari estafet, tinju, sepak bola, hingga simulasi kerja di pabrik dan apotek.

Meski demikian, pelaku industri menyadari bahwa ketergantungan pada dukungan pemerintah tidak bisa berlangsung selamanya. Dalam jangka panjang, industri robot diharapkan mampu berdiri secara mandiri.

Menuju Robot Rumah Tangga

Meski kemampuan robot olahraga masih jauh dari atlet manusia sering jatuh, salah arah, atau gagal memukul para peneliti menilai kegagalan itu penting untuk menyempurnakan teknologi.

Pemerintah China kini memasukkan “robot cerdas” dalam laporan kerja tahunannya, sejalan dengan upaya mempercepat adopsi robot. Sejumlah perusahaan telah menguji robot humanoid di pabrik, sementara secara global tren bergeser dari sekadar demonstrasi teknologi ke penerapan nyata. Booster Robotics tak ingin tertinggal. Pada Oktober lalu, perusahaan ini meluncurkan robot berukuran anak-anak untuk penggunaan publik yang lebih luas, mulai dari pendamping olahraga, tutor di rumah, hingga asisten serbaguna.

Dengan harga mulai dari 29.900 yuan atau sekitar US$4.200, robot ini jauh lebih terjangkau dibandingkan model sebelumnya. Cheng pun menutup presentasinya dengan visi besar:

“Mari kita buat robot humanoid sesederhana, seandal, dan sepraktis komputer pribadi.”

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
Tags: cobisnis.comKecerdasanBuatanRobotHumanoidRobotSepakBolaTeknologiChina

Related Posts

Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkapnya

Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkapnya

by Hidayat Taufik
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunah yang dianjurkan setelah Idulfitri. Umat Muslim biasanya menjalankan puasa ini...

Komisi III DPR RI Gelar Rapat Panas dengan Kejaksaan dan Komisi Kejaksaan

Komisi III DPR RI Gelar Rapat Panas dengan Kejaksaan dan Komisi Kejaksaan

by Hidayat Taufik
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Kamis,...

Malas Menabung Bisa Berujung Masalah Besar, Ini 12 Dampaknya

Malas Menabung Bisa Berujung Masalah Besar, Ini 12 Dampaknya

by Hidayat Taufik
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Literasi keuangan terus berkembang di 2026. Kini, banyak orang mulai sadar pentingnya mengatur uang dengan baik. Namun...

DPR Kritik Sistem Pendidikan Polri, Durasi Bintara Terlalu Singkat

DPR Kritik Sistem Pendidikan Polri, Durasi Bintara Terlalu Singkat

by Hidayat Taufik
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — DPR menyoroti sistem pendidikan di lingkungan Polri dalam rapat bersama pejabat pendidikan kepolisian. Dalam rapat itu, anggota...

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Positif, Ahli Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Profesionalisme

Sistem Rantai Dingin Dinilai Penting untuk Jaga Kualitas Program MBG

by Dwi Natasya
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sistem rantai dingin disarankan ahli untuk mendukung kualitas program MBG di Indonesia. Oleh karena itu, Badan Gizi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

April 2, 2026
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

April 2, 2026
MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

April 2, 2026
Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkapnya

Puasa Syawal 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkapnya

April 3, 2026
Komisi III DPR RI Gelar Rapat Panas dengan Kejaksaan dan Komisi Kejaksaan

Komisi III DPR RI Gelar Rapat Panas dengan Kejaksaan dan Komisi Kejaksaan

April 3, 2026
Malas Menabung Bisa Berujung Masalah Besar, Ini 12 Dampaknya

Malas Menabung Bisa Berujung Masalah Besar, Ini 12 Dampaknya

April 3, 2026
DPR Kritik Sistem Pendidikan Polri, Durasi Bintara Terlalu Singkat

DPR Kritik Sistem Pendidikan Polri, Durasi Bintara Terlalu Singkat

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved