JAKARTA, Cobisnis.com – Perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat berdampak langsung ke sepak bola Asia. Empat laga babak 16 besar ACL Elite 2025/2026 Wilayah Barat resmi ditunda karena alasan keamanan dan gangguan perjalanan udara.
Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) memastikan seluruh pertandingan leg di Wilayah Barat yang dijadwalkan pekan ini batal digelar. Situasi keamanan di kawasan Teluk dinilai tidak memungkinkan tim melakukan perjalanan lintas negara.
Empat laga yang ditunda adalah Al Ahli Dubai vs Tractor, Al Duhail vs Al Ahli Saudi, Al Wahda vs Al Ittihad, serta Al Sadd vs Al Hilal. Seluruhnya merupakan bagian dari babak 16 besar AFC Champions League Elite 2025–2026.
Selain itu, babak perempat final AFC Champions League Two 2025–2026 Wilayah Barat juga ikut terdampak. Laga Al Ahli Doha vs Al Hussein serta Al Wassl vs Al Nassr ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Tidak hanya kompetisi di bawah AFC, turnamen Arab Gulf Club Champions League 2026 juga terancam mundur dari jadwal. Hingga kini belum ada kepastian apakah semifinal bisa digelar sesuai rencana.
Penundaan terjadi karena sejumlah penerbangan di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha dibatalkan. Eskalasi konflik membuat jalur udara di kawasan tersebut dibatasi demi alasan keselamatan.
Leg babak 16 besar Wilayah Barat sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Maret 2026. Namun kondisi lapangan dinilai tidak kondusif untuk mobilitas tim, ofisial, maupun perangkat pertandingan.
Sementara itu, pertandingan Wilayah Timur tetap berjalan sesuai jadwal. Babak 16 besar ACL Elite Wilayah Timur serta perempat final ACL Two di zona tersebut tidak mengalami perubahan.
Belum ada kepastian apakah kompetisi bisa dilanjutkan hingga tuntas. Jika konflik berkepanjangan, fase perempat final yang direncanakan berlangsung di Jeddah berpotensi ikut terdampak.
Untuk liga domestik seperti Liga Arab Saudi, Liga UEA, dan Liga Qatar, belum ada pengumuman resmi terkait penundaan. Pertandingan yang tidak membutuhkan perjalanan udara antarnegara masih digelar normal.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan energi, tetapi juga pada industri olahraga. Kalender kompetisi Asia kini bergantung pada stabilitas kawasan.
Jika kondisi tidak segera membaik, AFC membuka kemungkinan penjadwalan ulang atau skenario lain demi menjaga keselamatan seluruh pihak. Publik kini menunggu kejelasan, apakah kompetisi bisa kembali normal dalam waktu dekat.













