JAKARTA, Cobisnis.com – Tradisi berbuka puasa dengan kurma bukan hanya bagian dari sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga memiliki dasar ilmiah dari sisi kesehatan. Kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh, sehingga efektif membantu memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma berperan penting dalam meningkatkan stamina secara cepat. Selain itu, serat alami di dalam buah ini membantu mempersiapkan sistem pencernaan agar lebih siap menerima makanan utama saat berbuka.
Kurma juga kaya akan nutrisi penting seperti kalium, magnesium, dan vitamin B6. Zat-zat tersebut berfungsi menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, mendukung kerja sistem saraf, serta membantu fungsi otot tetap optimal.
Mengonsumsi kurma saat berbuka dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dibandingkan dengan makanan manis buatan. Dengan demikian, tubuh terhindar dari lonjakan gula darah yang berlebihan setelah puasa.
Tak hanya itu, kandungan antioksidan dalam kurma berkontribusi terhadap kesehatan jantung dan membantu tubuh mengelola stres akibat aktivitas dan puasa dalam durasi panjang.
Sebagai takjil, kurma menjadi pilihan ideal karena mudah dicerna dan mampu mengurangi rasa lapar sebelum menyantap hidangan utama. Jumlah yang dianjurkan adalah sekitar 3–5 butir per sekali konsumsi, atau hingga 7 butir untuk ukuran kurma yang lebih kecil.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, kurma sebaiknya dikonsumsi secara alami tanpa tambahan gula, sirup, atau pemanis buatan. Beberapa jenis kurma yang direkomendasikan antara lain kurma Ajwa, Medjool, dan Sukari.













