• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Apresiasi FSAI 2025, Menteri Ekraf Yakini Sinyal Positif Industri Perfilman

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
May 11, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Apresiasi FSAI 2025, Menteri Ekraf Yakini Sinyal Positif Industri Perfilman

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya meyakini subsektor perfilman sebagai salah satu cara yang efektif untuk memajukan ekonomi kreatif nasional. Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, film bukan sekadar tontonan menghibur tapi juga bisa membuka prospek bagi anak muda bekerja di balik layar sekaligus menjadi ruang kolaborasi antarnegara.

Hal itu ditunjukkan Menteri Ekraf Teuku Riefky melalui kehadirannya dalam media launch Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2025. Agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia sejak tahun 2016 itu akan menampilkan film-film terbaik Australia ke Indonesia.

“Kami optimistis bahwa FSAI dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Australia serta mempromosikan warisan budaya dan kreatif kedua negara,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam acara yang berlangsung di CGV Pacific Place, Jakarta pada Jumat, 9 Mei 2025.

Untuk merayakan 10 tahun FSAI tahun ini akan digelar di 10 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Mataram, Bandung, Surabaya, Manado, Makassar, Padang, Denpasar, Yogyakarta, dan Semarang mulai dari 15 Mei 2025 hingga 14 Juni 2025. Menteri Ekraf Teuku Riefky turut mengamini bahwa FSAI telah menjadi agenda penting bagi Indonesia dan Australia dalam menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis bagi pembangunan nasional yang menjadi the new engine of growth.

Merujuk data dari Cinepoint, disebutkan jumlah penonton film Indonesia tahun 2024 mencapai 82 juta lebih di mana 21 film Indonesia di tahun tersebut tembus lebih dari 1 juta penonton. Sedangkan untuk tahun 2025, masih berdasarkan Cinepoint per 9 Mei 2025, jumlah penonton film Indonesia sudah mencapai 33,9 juta lebih atau 41 persen dari total jumlah penonton Indonesia tahun lalu.

Dengan geliat yang begitu menjanjikan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky percaya FSAI sangat relevan sebagai salah satu upaya mempromosikan subsektor film yang menjadi prioritas ekonomi kreatif. Terlebih, lanjut Menteri Ekraf Teuku Riefky, industri perfilman Indonesia tengah menunjukkan momentum pertumbuhan yang semakin baik.

“Ini menunjukkan bahwa ada ruang yang luas dan menjanjikan bagi kolaborasi antara industri perfilman Indonesia dan Australia, seperti melalui koproduksi film, pertukaran sineas, dan distribusi film di kedua negara,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky yang didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu.

Di sisi lain FSAI 2025 juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa film, pembuat film baru, dan masyarakat umum untuk belajar dari para pembuat film dan akademisi Australia, serta alumni Australia di sesi masterclass. Menteri Ekraf Teuku Riefky pun berharap langkah itu menjadi strategis sebagai wadah memperkuat ekosistem perfilman dan meningkatkan kesadaran global tentang keunikan budaya dan kreativitas Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier menyebut momentum 1 dekade FSAI membuka ruang kolaborasi yang besar bagi Australia dan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perfilman. Duta Besar Roderick Brazier menekankan kerja sama itu tidak hanya soal produksi film tetapi juga dalam meningkatkan reputasi dan pengaruh kedua negara di kancah internasional.

“Dengan kerja sama yang lebih erat, kami percaya bahwa industri film Australia dan Indonesia dapat menjadi contoh bagi industri kreatif lainnya dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara,” kata Duta Besar Roderick Brazier.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
download karbonn firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: cobisnis.comFSAIMenteri ekraf

Related Posts

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Positif, Ahli Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Profesionalisme

Sistem Rantai Dingin Dinilai Penting untuk Jaga Kualitas Program MBG

by Dwi Natasya
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sistem rantai dingin disarankan ahli untuk mendukung kualitas program MBG di Indonesia. Oleh karena itu, Badan Gizi...

Nekat Liburan Saat WFH, ASN Siap-Siap Kena Sanksi Berat dari Mensos

Nekat Liburan Saat WFH, ASN Siap-Siap Kena Sanksi Berat dari Mensos

by Hidayat Taufik
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan sanksi tegas bagi ASN yang melanggar aturan Work From Home (WFH) pada...

Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

by Hidayat Taufik
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertunjukan Jalan Salib Kreatif di Gereja Katedral Jakarta menarik perhatian umat pada Jumat Agung 2026. Selain visual...

Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

by Desti Dwi Natasya
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Desakan Trump ke NATO kembali mencuat di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. Oleh karena itu, desakan...

China Mediasi Pakistan Afghanistan Dorong Gencatan Senjata Baru di Urumqi

China Mediasi Pakistan Afghanistan Dorong Gencatan Senjata Baru di Urumqi

by Desti Dwi Natasya
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China mediasi Pakistan Afghanistan menjadi langkah baru dalam meredakan konflik antara dua negara Muslim tersebut. Oleh karena itu,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

April 2, 2026
Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

April 2, 2026
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

April 2, 2026
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Positif, Ahli Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Profesionalisme

Sistem Rantai Dingin Dinilai Penting untuk Jaga Kualitas Program MBG

April 3, 2026
Nekat Liburan Saat WFH, ASN Siap-Siap Kena Sanksi Berat dari Mensos

Nekat Liburan Saat WFH, ASN Siap-Siap Kena Sanksi Berat dari Mensos

April 3, 2026
Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

April 3, 2026
Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved