JAKARTA, Cobisnis.com – Sejarah baru tercipta di pasar modal Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menembus level 9.000. Capaian ini menjadi tonggak penting bagi kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional.
Penguatan IHSG ke level tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap stabilitas makroekonomi, kinerja emiten, serta arah kebijakan pemerintah dan otoritas keuangan yang dinilai konsisten.
Secara angka, IHSG kini hanya membutuhkan kenaikan sekitar +11,1 persen lagi untuk mencapai target 10.000 pada 2026, sebagaimana proyeksi yang pernah disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Purbaya Yudhi Sadewa.
Kenaikan ini tidak berdiri sendiri. Arus dana investor institusi, baik domestik maupun asing, terus mengalir ke pasar saham seiring membaiknya sentimen global dan stabilnya kondisi dalam negeri.
Sektor perbankan, energi, dan infrastruktur tercatat menjadi penopang utama penguatan indeks. Saham-saham berkapitalisasi besar kembali menjadi pilihan utama investor jangka menengah dan panjang.
Dari sisi ekonomi, pencapaian IHSG 9.000 mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global.
Pasar juga menilai kebijakan fiskal dan moneter Indonesia masih berada di jalur yang terjaga, memberikan ruang bagi pertumbuhan sektor riil dan dunia usaha.
Secara sosial, penguatan IHSG turut berdampak pada meningkatnya partisipasi investor ritel. Kepercayaan masyarakat terhadap instrumen pasar modal semakin menguat.
Target IHSG 10.000 pada 2026 kini tidak lagi terdengar ambisius, melainkan realistis, jika stabilitas ekonomi dan iklim investasi tetap terjaga.
Capaian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia semakin matang dan mampu menjadi barometer optimisme ekonomi nasional.














