• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, March 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
August 8, 2025
in Lifestyle
0
Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

JAKARTA, Cobisnis.com — Lebih dari dua miliar orang di dunia masih kekurangan akses terhadap air minum yang aman. Dampaknya bukan hanya menyebabkan 1,4 juta kematian setiap tahun, tetapi juga berkontribusi terhadap 50 persen angka malnutrisi global. Di Indonesia, situasi tak kalah memprihatinkan. Data Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) 2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 80 persen akses air minum masih belum tergolong aman. Bahkan, cemaran bakteri E.coli ditemukan pada 45,4 persen air minum isi ulang yang diuji.

Kondisi ini mendorong Yayasan Jiva Svastha Nusantara untuk terus mengadakan edukasi publik tentang air minum yang layak konsumsi. Pada Kamis (7/8), yayasan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan di Kantor Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program “Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air minum, serta membekali warga dengan pengetahuan seputar risiko kontaminasi air dan cara meminimalisirnya.

Dalam sesi penyuluhan, Wuhgini, SKM., M.A., Sanitarian Ahli Muda dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa kualitas air yang tampak bersih secara fisik belum tentu aman untuk dikonsumsi.

“Air minum yang aman harus lolos tiga parameter: fisik, kimia, dan mikrobiologi. Dua parameter terakhir hanya bisa dipastikan lewat uji laboratorium, terutama untuk mendeteksi keberadaan bakteri seperti E.coli,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya legalitas dan kebersihan dalam praktik depot air minum isi ulang. “SLHS itu jaminan mutu pangan. Kalau depot air isi ulang tidak punya SLHS, itu ibarat naik motor tanpa SIM. Berisiko dan tidak bertanggung jawab. SLHS memastikan depot tersebut

sudah diperiksa oleh petugas kesehatan lingkungan dan memenuhi standar sanitasi yang ditentukan,” jelasnya. Wuhgini mengimbau agar masyarakat lebih berani bersikap kritis terhadap depot air minum isi ulang.

Jangan ragu menolak beli dari depot yang tempatnya kotor, peralatannya tidak food grade, atau operatornya terlihat jorok dan tidak memakai masker atau alat pelindung diri. Ini menyangkut kesehatan keluarga kita sendiri,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa konsumsi air yang terkontaminasi berisiko menyebabkan diare, hepatitis, kolera, dan gangguan penyerapan nutrisi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko stunting, terutama pada anak-anak.

Dari sisi penyelenggara, Surya Putra, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sadar terhadap kualitas air minum.

“Kami berharap masyarakat di sini mulai peka terhadap apa yang diminum setiap hari. Mulai dari memilih sumber air yang aman, menjaga kebersihan galon dan dispenser, hingga jadi konsumen yang berani bertanya tentang uji lab dan legalitas depot air minum isi ulang,” ujarnya.

Dalam penyuluhan ini, depot air minum isi ulang juga menjadi topik pembahasan utama, mengingat banyaknya masalah yang dihadapi industri ini, mulai dari lemahnya pengawasan hingga minimnya kesadaran pengusaha akan standar kebersihan.

Sebagai informasi, hasil uji laboratorium sebelumnya yang dilakukan oleh Yayasan Jiva di Kota Bandung memperkuat urgensi penyuluhan ini. Dari 86 sampel air minum rumah tangga yang diuji, 73 (84,9%) di antaranya terbukti terkontaminasi bakteri E.coli dan/atau coliform.

Sementara itu, dari 72 sampel air depot air minum isi ulang yang diuji, 61 (84,7%) juga terkontaminasi bakteri yang sama.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Jiva berharap semakin banyak warga yang teredukasi dan mampu menjadi agen perubahan dalam memastikan air minum yang dikonsumsi keluarganya benar-benar aman.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
online free course
download redmi firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: Air isi ulangcobisnis.comPenyuluhan

Related Posts

CEO Baru Disney Pimpin Transformasi Besar Taman Hiburan Global

CEO Baru Disney Pimpin Transformasi Besar Taman Hiburan Global

by Zahra Zahwa
March 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Josh D'Amaro resmi memulai hari pertamanya sebagai CEO The Walt Disney Company setelah enam tahun memimpin divisi...

Pasangan Pengantin Terjebak di Maladewa Setelah Perang Pecah dan Gagal Pulang

Pasangan Pengantin Terjebak di Maladewa Setelah Perang Pecah dan Gagal Pulang

by Zahra Zahwa
March 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sepasang pengantin asal South Africa yang tinggal di Amsterdam terjebak di Maldives setelah penerbangan pulang mereka dibatalkan....

Pulau Kharg Jadi Titik Kritis Industri Minyak Iran di Tengah Konflik

Pulau Kharg Jadi Titik Kritis Industri Minyak Iran di Tengah Konflik

by Zahra Zahwa
March 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kharg Island menjadi pusat perhatian dalam konflik terbaru di Timur Tengah karena pulau kecil ini menangani sekitar...

Trump Kembali Minta Warga Amerika Menanggung Pengorbanan Ekonomi

Trump Kembali Minta Warga Amerika Menanggung Pengorbanan Ekonomi

by Zahra Zahwa
March 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Donald Trump kembali meminta warga Amerika Serikat menerima tekanan ekonomi jangka pendek di tengah dampak perang...

Peneliti Sebut Kelelahan Akibat AI di Tempat Kerja Sebagai “AI Brain Fry”

Peneliti Sebut Kelelahan Akibat AI di Tempat Kerja Sebagai “AI Brain Fry”

by Zahra Zahwa
March 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Peneliti dari Boston Consulting Group menemukan penggunaan intensif kecerdasan buatan di tempat kerja dapat memicu kelelahan mental...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Ilustrasi industri tekstil

KSPN Sesalkan Kerja Sama PSSI dengan Kelme, Soroti Nasib Industri Tekstil Nasional

March 14, 2026
CEO Baru Disney Pimpin Transformasi Besar Taman Hiburan Global

CEO Baru Disney Pimpin Transformasi Besar Taman Hiburan Global

March 14, 2026
Pasangan Pengantin Terjebak di Maladewa Setelah Perang Pecah dan Gagal Pulang

Pasangan Pengantin Terjebak di Maladewa Setelah Perang Pecah dan Gagal Pulang

March 14, 2026
Pulau Kharg Jadi Titik Kritis Industri Minyak Iran di Tengah Konflik

Pulau Kharg Jadi Titik Kritis Industri Minyak Iran di Tengah Konflik

March 14, 2026
Trump Kembali Minta Warga Amerika Menanggung Pengorbanan Ekonomi

Trump Kembali Minta Warga Amerika Menanggung Pengorbanan Ekonomi

March 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved