JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 11 Februari 2026, di tengah sorotan publik dan pelaku pasar modal atas posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan reformasi struktur pasar modal Indonesia.
Pertemuan yang digadang sebagai langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan investor global ini akan membahas sejumlah isu utama yang selama ini menjadi titik perhatian MSCI, termasuk penguatan struktur pasar, transparansi, serta reformasi mekanisme indeks yang dapat memengaruhi peringkat Indonesia di indeks global.
Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa agenda lanjutan dengan MSCI merupakan bagian dari komitmen bursa untuk terus meningkatkan kualitas pasar modal dan menjaga kredibilitas investasi Indonesia di mata investor internasional.
“Pertemuan teknis akan kembali dilakukan Rabu ini, kami ajukan sejumlah inisiatif yang selaras dengan 8 rencana aksi reformasi pasar modal,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Senin (9/2/2026).
Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika IHSG yang sempat mencatat tekanan pasar dan aksi wait-and-see investor jelang diskusi dengan MSCI, mencerminkan hati-hati pelaku pasar dalam menanti hasil pembicaraan dengan penyedia indeks global tersebut.
Sejak awal tahun, hubungan antara otoritas pasar modal Indonesia termasuk BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI berada di bawah pengawasan ketat investor asing setelah indeks global ini menyatakan kekhawatiran terhadap aksesibilitas pasar dan transparansi data free float saham.
MSCI sebelumnya sempat menunda perubahan indeks dan memberi tenggat waktu bagi otoritas Indonesia untuk memperbaiki sejumlah parameter teknis.
Dalam pertemuan lanjutan 11 Februari, pelaku pasar berharap pembahasan akan mencakup rencana aksi yang dapat memperkuat daya tarik investasi Indonesia, sekaligus meredam sentimen negatif yang sempat memicu tekanan jual di pasar saham.
Keberhasilan dialog dengan MSCI dinilai kritikal untuk mempertahankan status pasar berkembang Indonesia dalam radar dunia investasi global.













