JAKARTA, Cobisnis.com – Berkas-berkas yang berkaitan dengan pelaku kejahatan seksual terpidana Jeffrey Epstein terus dipublikasikan ke publik sepanjang satu tahun terakhir melalui serangkaian rilis dokumen. Dalam rilis terbaru dan paling besar sejauh ini, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen, termasuk email, pesan teks, foto, dan materi lainnya.
Rilis besar-besaran tersebut dilakukan setelah Kongres Amerika Serikat mengesahkan undang-undang pada November lalu yang menuntut transparansi penuh serta pembukaan seluruh dokumen terkait Epstein. Undang-undang itu memaksa pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengambil langkah dan membuka arsip yang selama ini tertutup.
Meski dokumen-dokumen tersebut tidak membuktikan sejumlah teori konspirasi yang lama beredar, seperti keberadaan daftar klien rahasia yang diduga digunakan Epstein untuk memeras tokoh-tokoh berpengaruh, rilis ini tetap menimbulkan masalah serius bagi banyak orang berkuasa di seluruh dunia.
Berkas-berkas tersebut menyoroti berbagai hubungan yang canggung dan kontroversial antara Epstein dengan para raksasa bisnis, miliarder, anggota keluarga kerajaan, pejabat pemerintah baik di Amerika Serikat maupun luar negeri serta tokoh-tokoh media dan figur publik lainnya.
Korespondensi yang terungkap memperlihatkan sejauh mana jaringan sosial Epstein menjangkau lingkaran elit global, sekaligus menimbulkan kembali pertanyaan tentang bagaimana ia dapat membangun dan mempertahankan hubungan dengan begitu banyak tokoh berpengaruh sebelum akhirnya kasus kejahatannya terungkap ke publik.













