JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri memperluas intervensi gizi dan penyediaan air bersih bagi keluarga berisiko stunting di sejumlah wilayah prioritas nasional.
Program yang berlangsung selama enam bulan ini telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Papua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus intervensi mencakup pemberian paket gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun, serta pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor di daerah dengan keterbatasan sanitasi akibat musim kemarau berkepanjangan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa Mandiri Sahabat Desa dirancang sebagai upaya berkelanjutan untuk mendukung percepatan penurunan stunting nasional. Ia menilai kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjawab tantangan kesehatan ibu dan anak.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif terhadap kondisi kesehatan penerima manfaat. Di Kabupaten Keerom, Papua, rata-rata berat badan ibu hamil mengalami peningkatan dari 55,61 kilogram di awal program menjadi 60,15 kilogram pada akhir periode intervensi. Sementara itu, di Sulawesi Tengah, anak usia di bawah dua tahun mencatat pertumbuhan fisik yang signifikan, dengan kenaikan berat badan dari rata-rata 8,25 kilogram menjadi 9,38 kilogram, serta peningkatan tinggi badan dari 72,79 sentimeter menjadi 77,50 sentimeter.
Tren perbaikan juga terlihat di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo, yang mencatat peningkatan berat badan anak usia di bawah dua tahun secara konsisten selama periode Agustus hingga Oktober 2025. Adapun di Nusa Tenggara Timur, pembangunan sumur bor di Desa Oenitas, Bea Ngencung, dan Wellabubur menjadi solusi penting dalam menjaga keberlanjutan akses air bersih dan sanitasi masyarakat.
Atas kontribusi tersebut, Bank Mandiri memperoleh apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas komitmen dan peran aktifnya dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Riduan menegaskan bahwa Mandiri Sahabat Desa merupakan bentuk sinergi terintegrasi dengan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa secara menyeluruh. Program ini tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desa.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan jangka panjang yang berfokus pada fase krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis bagi anak usia sekolah.
Dalam pelaksanaannya, Bank Mandiri menyalurkan paket makanan bergizi mingguan yang terdiri dari beras premium, telur, sayuran, dan sumber protein hewani kepada ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun. Ketepatan sasaran program didukung oleh relawan BKKBN yang berperan sebagai Pendamping Keluarga dalam pemantauan kesehatan serta edukasi gizi.
Selain intervensi kesehatan, Mandiri Sahabat Desa turut membekali keluarga penerima manfaat dengan edukasi pengelolaan keuangan sebagai bagian dari peningkatan literasi finansial masyarakat desa. Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen memperluas sinergi dengan BKKBN untuk menjangkau lebih banyak wilayah dengan tingkat kerawanan stunting yang tinggi.














