JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang wisatawan dilaporkan diserang macan tutul salju langka di wilayah Xinjiang, China barat laut, pada Jumat setelah mencoba mendekat untuk mengambil foto. Insiden itu terjadi di Kota Koktokay saat korban, yang sedang berwisata ski, dalam perjalanan kembali ke hotel.
Menurut Biro Kehutanan dan Padang Rumput setempat, wisatawan tersebut turun dari kendaraan setelah melihat macan tutul salju salah satu satwa paling sulit ditemui di alam liar dan mendekatinya untuk memotret. Namun, hewan tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit korban.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan korban tergeletak di salju, sementara macan tutul duduk tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam video lain, dua orang saksi terlihat membantu korban berdiri dan menjauhkannya dari lokasi serangan sambil korban memegangi wajahnya di bawah helm ski.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Otoritas setempat juga meningkatkan patroli keamanan serta kampanye edukasi keselamatan bagi masyarakat dan wisatawan.
“Publik dan wisatawan diminta mematuhi pedoman keselamatan, menjaga jarak aman saat bertemu satwa liar, serta segera melapor kepada pihak berwenang demi keselamatan pribadi,” tulis otoritas setempat dalam pengumuman daring.
Macan tutul salju merupakan spesies yang dilindungi di China dan menjadi simbol ekosistem pegunungan dataran tinggi negara tersebut. Populasinya di dunia diperkirakan hanya tersisa sekitar 4.000 hingga 6.500 ekor, dengan sekitar 60% habitatnya berada di China, menurut World Wildlife Fund (WWF).
Satwa ini dikenal hidup di pegunungan berbatu dengan kondisi ekstrem serta memiliki bulu putih keabu-abuan yang membantu mereka menyatu dengan lingkungan. Serangan terhadap manusia tergolong sangat jarang terjadi. Sebuah studi pada 2020 di Mongolia bahkan menunjukkan tidak ada laporan serangan terhadap manusia meskipun banyak warga melaporkan melihat atau kehilangan ternak akibat macan tutul salju.














