JAKARTA, Cobisnis.com – Film Janur Ireng hadir sebagai prekuel dari Sewu Dino dan membawa penonton mundur ke tahun 1999, jauh sebelum peristiwa dalam film pendahulunya terjadi. Berlatar di kawasan Jawa Timur, film horor ini mengangkat kisah kelam dua saudara, Sabdo dan Intan, yang terikat konflik keluarga serta praktik ilmu hitam yang mengerikan.
Cerita bermula dari musibah kebakaran yang melahap rumah Sabdo dan Intan. Peristiwa itu memaksa keduanya pindah dan tinggal bersama Pakdhe mereka, Arjo Kuncoro, kakak dari mendiang ayah mereka. Di rumah Arjo, kehidupan keduanya tampak berubah drastis. Mereka mendapatkan fasilitas mewah, dan Intan yang sempat putus sekolah kembali mengenyam pendidikan.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, Sabdo dan Intan mulai merasakan berbagai kejadian janggal yang sulit dijelaskan dengan logika. Teror perlahan muncul dan mengarah pada rahasia besar keluarga Kuncoro.
Sabdo kemudian terseret dalam praktik ritual ilmu hitam dan dipaksa menjalani peran sebagai Canguk Sono. Di sisi lain, terungkap bahwa Intan juga telah dipersiapkan untuk menjadi Ranum, bagian dari rencana besar keluarga tersebut. Situasi ini membuat Sabdo berusaha keras menyelamatkan sang adik dari nasib mengerikan.
Upaya penyelamatan itu membuka tabir kebenaran bahwa Sabdo dan Intan hanyalah alat bagi Arjo Kuncoro untuk meraih kekuasaan antar trah. Sabdo pun mengetahui keberadaan santet kuno legendaris bernama Janur Ireng, yang diyakini mampu memusnahkan satu garis keturunan secara menyeluruh.
Perjuangan Sabdo tidak hanya menghadapkan dirinya pada kekuatan gaib, tetapi juga pada ambisi manusia yang haus kekuasaan. Film ini menyajikan horor yang berpadu dengan drama keluarga dan konflik batin yang intens.
Bagi penikmat film horor, Janur Ireng menawarkan cerita kelam penuh misteri yang sayang dilewatkan. Film ini saat ini masih tayang di bioskop.














