JAKARTA, Cobisnis.com – Kehidupan Jordan Smith berubah total hanya dalam hitungan hari. Pelatih tenis asal Sydney itu kini menjadi jutawan baru Australia setelah menjuarai ajang unik bertajuk One Point Slam dan membawa pulang hadiah 1 juta dolar Australia atau sekitar US$670.000.
Smith, yang berusia 29 tahun dan berasal dari Castle Hill Tennis Academy milik keluarganya, mengaku masih sulit mempercayai apa yang dialaminya. Sejak kemenangan tersebut, ia mendadak menjadi figur publik. Orang-orang yang tak dikenalnya meminta foto dan tanda tangan, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ajang One Point Slam digelar menjelang Australian Open di Melbourne, dengan format ekstrem: setiap pertandingan hanya ditentukan oleh satu poin. Meski terdengar singkat, turnamen ini diikuti nama-nama besar, termasuk juara Grand Slam enam kali Carlos Alcaraz dan juara bertahan Australian Open Jannik Sinner. Smith bahkan menyingkirkan Sinner dalam perjalanannya menuju gelar juara.
Momen puncak terjadi saat Smith mengalahkan Joanna Garland di final, memastikan satu poin penentu yang mengubah hidupnya. Ia menggambarkan suasana emosional saat memeluk keluarga dan sahabatnya di lapangan, antara tangis dan tawa yang bercampur tak percaya.
Popularitas Smith melonjak seketika. Carlos Alcaraz menyebut namanya di media sosial, sementara legenda tenis dunia Roger Federer menyempatkan diri bertemu dan berbincang dengannya. Pertemuan singkat itu menjadi salah satu kenangan paling berharga bagi Smith.
Dengan hadiah besar di tangan, Smith mulai memikirkan masa depan. Ia berencana masuk ke pasar properti Sydney yang terkenal mahal, mempertimbangkan membeli rumah alih-alih apartemen. Ia juga ingin bepergian ke Jepang bersama sang kekasih, serta berniat memanjakan hobi lamanya: mengoleksi kartu Pokémon demi nostalgia masa kecil.
Kisah sukses ini terasa semakin manis mengingat perjalanan karier Smith yang tidak mudah. Setelah sempat berkuliah di Gonzaga University, Amerika Serikat, ia mencoba jalur profesional namun hanya mengumpulkan hadiah turnamen sekitar US$6.388 dalam setahun, dengan peringkat tertinggi dunia di angka 1.141. Kini, ia menjadi simbol harapan bagi petenis muda yang sedang berjuang.
Smith berpesan agar para pemain tetap gigih dan positif, karena keberuntungan bisa datang kapan saja. Baginya, kemenangan di One Point Slam bukan hanya soal uang, tetapi juga pembuktian bahwa kesempatan bisa datang dari arah yang tak terduga.














