JAKARTA, Cobisnis.com – Musibah banjir masih kerap melanda berbagai daerah, termasuk wilayah perkotaan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menjadi ujian kesabaran dan keteguhan iman bagi masyarakat yang terdampak. Dalam Islam, umat diajarkan untuk menyeimbangkan ikhtiar nyata dengan doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.
Setiap peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari ketetapan-Nya. Karena itu, memohon perlindungan, keselamatan, serta kebaikan di balik musibah menjadi amalan penting bagi seorang Muslim saat menghadapi bencana alam.
Berikut beberapa doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan agar banjir segera surut dan diberikan keselamatan, sebagaimana bersumber dari hadis Rasulullah SAW dan ayat Al-Qur’an.
Doa-doa agar Banjir Cepat Surut dan Tidak Membahayakan
1. Doa Memohon Turunnya Air yang Bermanfaat
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Arab latin:
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah air yang turun ini sebagai air yang baik dan membawa manfaat.”
Doa ini dibaca agar hujan dan air yang datang tidak menimbulkan kerusakan, melainkan membawa kebaikan bagi kehidupan.
2. Doa agar Air Dialihkan dan Tidak Menjadi Bencana
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Arab latin:
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buṭūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah air di sekitar kami dan jangan menimpakannya kepada kami. Ya Allah, alirkanlah ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW agar air hujan tidak berubah menjadi sumber mudarat bagi manusia.
3. Doa agar Air Bah Segera Disurutkan
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ
Arab latin:
Wa qīla yā arḍubla‘ī māaki wa yā samāu aqli‘ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru.
Artinya:
“Dan difirmankan, ‘Wahai bumi, telanlah airmu, dan wahai langit, berhentilah.’ Maka air pun disurutkan dan urusan diselesaikan.”
(QS Hud: 44)
Ayat ini kerap dibaca sebagai doa agar banjir dan luapan air segera berhenti.
4. Doa Memohon Perlindungan dari Dampak Musibah
اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ
Arab latin:
Allāhumma innī as-aluka khairahā wa khaira mā fīhā wa khaira mā ursilat bih. Wa a‘ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā wa syarri mā ursilat bih.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari peristiwa ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau sertakan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan dampak buruk yang ditimbulkannya.”
Doa dan Ikhtiar Harus Berjalan Bersama
Doa menjadi penguat hati dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah ujian. Namun demikian, upaya nyata seperti menjaga keselamatan diri dan keluarga, saling membantu sesama, serta mematuhi arahan pihak berwenang tetap menjadi hal utama dalam menghadapi bencana banjir.














