JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan arah kebijakan terkait masa depan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akan ditentukan dalam waktu maksimal dua bulan ke depan. Keputusan tersebut akan didasarkan pada pertimbangan nilai sejarah serta peran kawasan tersebut bagi kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pembahasan mengenai pengelolaan Bandung Zoo dilakukan secara bersama antara Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat. Saat ini, ketiga pihak masih mengkaji sejumlah alternatif, baik mempertahankan konsep kebun binatang seperti sekarang, melakukan perubahan konsep, maupun mengalihfungsikan kawasan tersebut.
Farhan menegaskan, pengambilan keputusan harus dilakukan secara cermat karena menyangkut kewenangan lintas pemerintahan. Lahan Kebun Binatang Bandung tercatat sebagai aset milik Pemkot Bandung, sementara pengelolaan dan pengawasan satwa dilindungi berada di bawah otoritas pemerintah pusat dan provinsi.
Ia juga menekankan bahwa aspek historis dan ekologis menjadi fokus utama dalam proses kajian. Selain memiliki nilai sejarah yang panjang, kawasan Bandung Zoo selama ini berperan sebagai ruang terbuka hijau yang dibutuhkan masyarakat perkotaan.
Selama kajian masih berlangsung, operasional Bandung Zoo tetap berjalan dan terbuka untuk masyarakat dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pemerintah berupaya memastikan kebijakan yang diambil nantinya mampu menyeimbangkan pelestarian lingkungan, penghargaan terhadap sejarah, serta kepentingan publik.
Di sisi lain, sejarawan dan penulis Yudi Hamzah berpendapat bahwa Bandung Zoo sebaiknya tetap dipertahankan.
Menurutnya, kebun binatang tersebut merupakan bagian dari ingatan kolektif warga Bandung dan memiliki fungsi sosial yang kuat. Ia menilai wacana penutupan berpotensi memicu reaksi penolakan dari masyarakat, mengingat banyaknya situs bersejarah di Bandung yang telah menghilang dalam beberapa tahun terakhir.














