JAKARTA, Cobisnis.com – Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang kaya lemak sehat dengan tekstur lembut dan rasa khas. Namun di balik kelezatannya, alpukat juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan berkat kandungan seratnya yang tinggi.
Serat merupakan karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh, tetapi sangat dibutuhkan untuk membantu kerja saluran cerna dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Kandungan serat dalam alpukat bekerja dari berbagai sisi sehingga mendukung fungsi pencernaan secara optimal.
Berikut tiga alasan mengapa alpukat baik dikonsumsi untuk kesehatan pencernaan, sebagaimana dirangkum dari Verywell Health, Rabu (14/1/2026).
1. Kaya Serat dan Membantu Melancarkan Pencernaan
Dalam setengah buah alpukat ukuran sedang atau sekitar 100 gram, terkandung kurang lebih 6,7 gram serat. Jumlah tersebut berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan serat harian. Serat berfungsi menjaga pergerakan usus tetap teratur, membantu pembentukan tinja, serta mengurangi risiko sembelit.
2. Mengandung Serat Larut dan Tidak Larut
Alpukat memiliki dua jenis serat yang saling melengkapi. Sekitar 30 persen merupakan serat larut yang dapat memperlambat proses pencernaan dan membantu menjaga kestabilan energi. Sementara itu, sekitar 70 persen lainnya adalah serat tidak larut yang berperan dalam menambah volume tinja dan mendukung ritme kerja usus yang sehat.
Kombinasi ini membuat alpukat efektif dalam menunjang sistem pencernaan secara menyeluruh.
3. Berfungsi sebagai Prebiotik bagi Usus
Serat dalam alpukat juga berperan sebagai prebiotik, yakni sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Salah satu kandungannya adalah pektin, serat larut yang membantu meningkatkan populasi mikroba baik sehingga keseimbangan mikrobioma usus tetap terjaga.
Konsumsi alpukat secara rutin diketahui dapat meningkatkan jumlah bakteri usus yang berperan dalam pencernaan dan metabolisme, khususnya pada orang dewasa. Selain itu, alpukat juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung, serta nutrisi penting seperti folat, kalium, dan vitamin K, E, serta C.
Kandungan lemak sehat tersebut turut membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan penyerapan nutrisi lain dari makanan yang dikonsumsi bersamaan.














