JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah interim Venezuela membebaskan setidaknya empat warga negara Amerika Serikat yang sebelumnya dipenjara di negara tersebut, menurut sumber yang mengetahui masalah ini pada Selasa. Pembebasan ini menjadi yang pertama diketahui terhadap warga Amerika sejak tersingkirnya Nicolás Maduro, dan terjadi di tengah langkah pemerintah interim Venezuela yang dipimpin Delcy Rodríguez untuk membebaskan puluhan tahanan politik.
“Kami menyambut baik pembebasan warga Amerika yang ditahan di Venezuela,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. “Ini merupakan langkah penting ke arah yang benar yang diambil oleh otoritas interim.”
Sebuah tim dari Departemen Luar Negeri AS dilaporkan melakukan perjalanan ke Venezuela untuk membantu proses pembebasan tersebut. Sebelumnya, setidaknya lima warga Amerika diketahui telah ditahan di Venezuela dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintahan Maduro memiliki sejarah panjang menahan warga Amerika untuk dijadikan alat tekanan politik terhadap pemerintah AS.
Pemerintah Amerika Serikat melalui pemerintahan Presiden Donald Trump terus menyerukan pembebasan seluruh tahanan politik di Venezuela. Hal itu menjadi salah satu dari sejumlah tuntutan kepada pemerintah interim, dengan AS menyatakan memiliki pengaruh ekonomi dan militer untuk mendorong kerja sama dari Rodríguez dan pemerintahannya.
Pekan lalu, Venezuela mulai membebaskan sejumlah tahanan terkenal, termasuk politisi oposisi, dalam langkah yang disebut pemerintah sebagai upaya “mencari perdamaian”. Namun, laju pembebasan dinilai jauh lebih lambat dari harapan banyak pihak, dengan ratusan keluarga masih menunggu anggota keluarganya dibebaskan.
Dari lebih dari 800 orang yang dianggap ditahan secara sewenang-wenang karena alasan politik, pemerintah baru membebaskan 56 orang hingga Senin malam, menurut organisasi hak asasi manusia Penal Forum.
Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela telah “memulai proses pembebasan tahanan politik mereka secara besar-besaran”.
“Terima kasih! Saya berharap para tahanan itu ingat betapa beruntungnya mereka karena Amerika Serikat datang dan melakukan apa yang perlu dilakukan,” tulis Trump melalui Truth Social.














