JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Iran menegaskan tidak menginginkan pecahnya perang, namun menyatakan kesiapan penuh jika konflik terbuka tidak dapat dihindari. Sikap ini disampaikan menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan kesiapan melakukan serangan militer terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pertemuan bersama para diplomat asing di Teheran, Selasa (13/1/2026). Ia menilai situasi saat ini mengingatkan pada perang singkat selama 12 hari antara Iran dan Israel tahun lalu yang menelan ribuan korban.
“Kami tidak mencari perang, tetapi kami sepenuhnya siap jika perang terjadi. Bahkan kesiapan kami saat ini lebih tinggi dibandingkan konflik sebelumnya,” ujar Abbas, dikutip dari rt.com.
Menurut Abbas, Iran juga membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat, namun menekankan bahwa negosiasi hanya dapat dilakukan secara adil, setara, dan saling menghormati. Ia menolak bentuk pembicaraan yang disertai tekanan maupun instruksi sepihak.
Di sisi lain, Teheran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan mematikan yang belakangan mengguncang Iran dan menyebabkan ratusan korban jiwa. Pemerintah Iran meyakini aksi tersebut merupakan bagian dari upaya destabilisasi.
Abbas mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki rekaman pesan audio yang diduga berisi instruksi kepada kelompok bersenjata untuk menembaki demonstran, warga sipil, serta aparat keamanan di tengah kerusuhan.
Sementara itu, ketegangan kawasan terus meningkat seiring peringatan Iran bahwa Israel dan pangkalan militer AS di kawasan dapat menjadi sasaran balasan apabila terjadi agresi.














