JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Kongres Peru pada Kamis malam (waktu setempat) diperintahkan untuk menggelar sidang darurat guna membahas langkah pemakzulan Presiden Dina Boluarte, salah satu pemimpin paling tidak populer di dunia, hanya beberapa jam setelah sejumlah blok politik menyerukan penggulingannya.
Presiden berusia 63 tahun itu menghadapi tingkat kepuasan publik sangat rendah, hanya 2 – 4%, di tengah tuduhan bahwa ia memperkaya diri secara ilegal dan bertanggung jawab atas tindakan keras berdarah terhadap para demonstran pendukung mantan presiden Pedro Castillo.
Boluarte membantah semua tuduhan tersebut.Jika Boluarte benar-benar dicopot, Peru akan kembali menghadapi krisis kepemimpinan yang berulang. Negara di kawasan Andes itu telah memiliki enam presiden sejak 2018, dengan empat di antaranya kini dipenjara.Sidang dijadwalkan berlangsung pukul 21.00 waktu setempat (02.00 GMT).
Untuk melanjutkan proses pemakzulan ke tahap debat resmi, sedikitnya 52 anggota parlemen harus menyetujui mosi awal. Sementara, untuk melengserkan Boluarte secara resmi dibutuhkan 87 suara setuju.
Boluarte juga diwajibkan hadir untuk membela diri di hadapan Kongres. Dua dari empat mosi pemakzulan terbaru menuduh Boluarte terlibat korupsi serta gagal mengatasi peningkatan kejahatan dan pemerasan.
Masing-masing mosi ditandatangani oleh 34 dan 33 anggota parlemen, dengan sebagian anggota menandatangani lebih dari satu dokumen. Langkah kali ini menjadi signifikan karena dukungan datang dari partai konservatif yang sebelumnya dikenal mendukung Boluarte, termasuk Popular Renewal milik Rafael López dan Popular Force milik Keiko Fujimori, dua tokoh politik besar yang diperkirakan maju pada pemilihan presiden 2026.
Analisis harian El Comercio menunjukkan 98 anggota parlemen sejauh ini siap mendukung mosi pemakzulan, meskipun belum jelas bagaimana mereka akan memilih. Dari 13 blok politik, 12 di antaranya dilaporkan mendukung langkah pemakzulan. “Satu-satunya cara untuk maju adalah dengan memakzulkan Dina Boluarte,” tulis anggota Kongres Susel Paredes di platform X.
Jika Boluarte dicopot sebelum masa jabatannya berakhir pada Juli tahun depan, posisinya akan digantikan oleh Ketua Kongres Jose Jeri, yang juga dikenal tidak populer. Peru saat ini tidak memiliki wakil presiden.
Boluarte naik ke tampuk kekuasaan pada Desember 2022 setelah Pedro Castillo dilengserkan dan ditangkap karena upaya membubarkan Kongres. Aksi itu memicu gelombang protes besar di berbagai wilayah pedesaan dan komunitas adat, dengan tuduhan bahwa pemerintahan Boluarte menggunakan kekuatan berlebihan terhadap demonstran.
Ia juga terseret dalam skandal kekayaan tak wajar yang melibatkan jam tangan Rolex dan aset yang tidak dilaporkan. Pada Juli lalu, ia bahkan melipatgandakan gajinya sendiri, menambah kemarahan publik.













