JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins berkomitmen mempercepat realisasi usulan Presiden Donald Trump untuk menghapus kewajiban laporan keuangan triwulanan perusahaan. Sebagai gantinya, perusahaan akan diberi opsi untuk melaporkan secara semesteran (dua kali setahun).
Atkins menyebut kebijakan ini akan menjadi langkah menuju penerapan regulasi dalam “dosis minimum” yang tetap menjaga transparansi namun mengurangi beban administratif perusahaan publik.
Latar Belakang Usulan
Trump sebelumnya mengusulkan agar perusahaan publik tidak lagi wajib menyampaikan laporan keuangan tiap tiga bulan. Menurutnya, sistem triwulanan mendorong perusahaan terlalu fokus pada target jangka pendek dan mengorbankan strategi jangka panjang.
Usulan ini mendapat respons beragam. Sebagian kalangan bisnis menyambut positif karena dapat mengurangi biaya pelaporan dan memberi ruang lebih luas bagi perencanaan strategis. Namun, sejumlah investor dan pengawas pasar memperingatkan bahwa pengurangan frekuensi laporan dapat menurunkan tingkat transparansi, sehingga berpotensi merugikan pemegang saham.
Langkah SEC ke Depan
Atkins menegaskan bahwa SEC akan segera memulai proses fast-track untuk meninjau aturan tersebut. Ia menambahkan, tujuan utama adalah menciptakan iklim pasar yang lebih kondusif bagi perusahaan untuk tumbuh tanpa terbebani regulasi yang berlebihan, namun tetap menjaga perlindungan investor.
Jika terealisasi, Amerika Serikat akan menyusul jejak beberapa negara Eropa yang telah lama menerapkan sistem laporan semesteran.














