JAKARTA, COBISNIS.COM – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan bahwa sisa aset PT Indofarma Tbk akan dijual secara bertahap untuk menyelesaikan masalah kepegawaian yang tengah dihadapi perusahaan.
Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi dalam pengelolaan perusahaan ke depannya. Menurut Tiko, total gaji pegawai yang harus dibayarkan oleh Indofarma mencapai Rp 95 miliar.
Penjualan aset tersebut diharapkan dapat melunasi seluruh tunggakan pembayaran gaji pegawai. Tiko menjelaskan bahwa aset yang akan dijual cukup memadai dan prosesnya akan dibantu oleh Holding Biofarma. Penjualan ini akan dilakukan bertahap oleh holding untuk menyelesaikan kewajiban kepada karyawan.
Ke depannya, Kementerian BUMN merencanakan perubahan model bisnis Indofarma. Perusahaan ini tidak lagi akan memproduksi produk sendiri, melainkan akan menjadi perusahaan yang bekerja berdasarkan pesanan dari perusahaan induk, PT Biofarma (Persero). Model bisnis “made to order” ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.
Saat ini, kasus dugaan kecurangan dalam laporan keuangan Indofarma sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Selain itu, Indofarma baru saja menyelesaikan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang sempat menjadi masalah besar bagi perusahaan.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya telah menunjukkan komitmen untuk melakukan program pembersihan di BUMN. Salah satu inisiatifnya adalah penerapan skema bonus bertahap bagi direksi sebanyak tiga kali. Tujuannya adalah mencegah manipulasi laporan keuangan oleh direksi yang ingin mendapatkan bonus secara tidak etis.
Program bersih-bersih ini juga mencakup audit tahunan dan investigasi oleh Kementerian BUMN untuk mendeteksi potensi fraud di dalam tubuh perusahaan. Erick dan tim Kementerian BUMN sering kali mendalami dugaan kecurangan yang terjadi di BUMN untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Dengan langkah-langkah ini, Kementerian BUMN berharap dapat memulihkan kondisi Indofarma dan memastikan perusahaan tersebut dapat berjalan lebih efisien di masa depan. Penjualan aset dan perubahan model bisnis diharapkan dapat membantu perusahaan keluar dari masalah keuangan yang selama ini membelitnya.









