• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Momentum Keketuaan ASEAN Bisa Dimanfaatkan Indonesia Perluas Penggunaan Mata Uang Lokal

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
May 5, 2023
in Ekonomi Bisnis
0
Momentum Keketuaan ASEAN Bisa Dimanfaatkan Indonesia Perluas Penggunaan Mata Uang Lokal

JAKARTA,Cobisnis.com – Kalangan ekonom menyambut baik upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS.

Momentum Keketuaan ASEAN 2023 yang saat ini dipegang Indonesia dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperluas kerja sama penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

“Saya pikir, LCT adalah upaya yang cukup panjang dan Indonesia bisa memanfaatkan Keketuaan ASEAN 2023 untuk mendorong LCT bisa dipakai di banyak negara,” kata Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis, 4 Mei.

Bhima menyebut, LCT dapat memberikan dampak positif yang bersifat jangka panjang terhadap stabilitas mata uang bila terimplementasikan dengan baik.

Sebab, LCT berperan dalam mengurangi ketergantungan negara terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Artinya, negara-negara yang terlibat dalam kerja sama LCT bisa menghindari risiko dari fluktuasi dolar AS.

Dia juga menilai inisiatif LCT merupakan opsi terbaik yang bisa dilakukan untuk memperkuat kerja sama keuangan di kawasan saat ini.

“Saya kira itu yang paling rasional sebelum menggagas mata uang bersama di ASEAN, misalnya. Jadi, lebih baik fokus dulu pada pemanfaatan mata uang lokal,” ujarnya.

Selain itu, Bhima merekomendasikan pemerintah untuk memberikan insentif kepada eksportir dan importir sebagai pelaku utama dalam transaksi perdagangan kawasan. Pasalnya, dia melihat penyerapan mata uang lokal di kalangan eksportir dan importir terbilang masih rendah.

Misalnya, dalam transaksi perdagangan antara Thailand dan Indonesia, porsi penyerapan penggunaan mata uang lokal masih berada di kisaran empat persen.

Hal itu menunjukkan perdagangan logistik masih lebih banyak yang mengandalkan pembayaran dengan menggunakan mata uang non-lokal, seperti dolar dan euro. Padahal, potensi ekspor-impor antara Indonesia dengan Thailand cukup besar.

“Perlu kesiapan dari sisi perbankan untuk lebih banyak menyerap mata uang, seperti ringgit atau won. Dengan begitu, eksportir dan importir bisa menggunakan mata uang lokal untuk bertransaksi,” ucapnya.

Sementara itu, Ekonom sekaligus Direktur Center of Reform of Economics (CORE) Piter Abdullah menilai, inisiatif penggunaan mata uang lokal bisa membuat Indonesia menerima apresiasi positif dari negara-negara ASEAN.

“Saya kira, inisiatif Indonesia mengajak banyak negara melakukan LCT sudah diapresiasi positif oleh negara-negara ASEAN,” kata dia.

Piter mengatakan, LCT menjadi langkah yang sangat baik dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS.

Dia juga optimistis penerapan LCT di kawasan ASEAN akan makin membesar dan meluas.

Bila makin banyak negara yang bersepakat melakukan LCT, lanjut Piter, manfaat LCT akan makin besar, terutama dalam hal transaksi perdagangan dan ketergantungan terhadap dolar AS.

Meski begitu, implementasi LCT diakuinya masih membutuhkan dukungan tambahan. Sebab, salah satu aspek penting dalam transaksi perdagangan adalah penawaran dan permintaan, serta rantai pasok global.

“Pemanfaatan LCT baru bisa maksimal apabila LCT melibatkan banyak negara dan terkait dengan rantai pasok global. Sementara, kebutuhan impor negara-negara yang masih banyak dari Eropa dan Amerika yang membutuhkan euro dan dolar, maka pemanfaatan LCT masih akan terbatas,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, LCT merupakan salah satu kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN+3 untuk memperkuat kerja sama keuangan di kawasan. Negara-negara ASEAN+3 mencakup 10 negara Asia Tenggara beserta China, Jepang, dan Korea.

Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan lima negara, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: cobisnis.comKeketuaan AseanMata uang lokal

Related Posts

Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Musim sepak bola baru dimulai tanpa kehadiran Nolan Wells, pemain Southwest Mississippi Bears yang meninggal pada Juli...

13 Kejahatan yang Terancam Perampasan Aset, Apa Saja?

13 Kejahatan yang Terancam Perampasan Aset, Apa Saja?

by Hidayat Taufik
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Komisi III DPR RI mengungkapkan terdapat 13 jenis tindak pidana yang masuk dalam ketentuan Rancangan Undang-Undang (RUU)...

Yayoi Kusama Meninggal di Usia 97, Infinity Mirror Rooms Ubah Dunia Seni

Yayoi Kusama Meninggal di Usia 97, Infinity Mirror Rooms Ubah Dunia Seni

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Yayoi Kusama meninggal dunia pada usia 97 tahun. Namun, pengaruhnya di dunia seni terus bertahan. Kusama dikenal...

Trump Bebaskan Impor 300.000 Ton Daging Sapi, Harga Burger Belum Tentu Turun

Trump Bebaskan Impor 300.000 Ton Daging Sapi, Harga Burger Belum Tentu Turun

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menekan harga daging sapi melalui kebijakan impor bebas bea. Namun, kebijakan...

Perang Trump dan Masa Depan Iran, Perebutan Kekuasaan Jadi Penentu

Perang Trump dan Masa Depan Iran, Perebutan Kekuasaan Jadi Penentu

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perebutan pengaruh di Iran dapat menjadi faktor penting dalam menentukan kapan perang yang melibatkan Donald Trump berakhir....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

August 29, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

August 29, 2026
Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

August 29, 2026
Eks Anggota DPR China Divonis Mati Usai Terima Suap Rp1,96 Triliun

Eks Anggota DPR China Divonis Mati Usai Terima Suap Rp1,96 Triliun

August 30, 2026
Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

August 30, 2026
Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

August 30, 2026
Buah Pisang - pexels/ Tuan Pugo

Jangan Simpan Pisang di Kulkas, Begini Cara yang Benar Supaya Tetap Segar Matang Sempurna

August 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved