• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Yuk Berhitung! Berapa Dana yang Dibutuhkan Jika Jakarta Lakukan Local Lockdown?

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
March 27, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Selamat Jalan Pahlawan, Inilah Tiga Dokter yang Meninggal Terpapar Covid-19

Ilustrasi Covid-19 (Sumber: Dok. Sekretariat Kabinet)

Cobisnis.com –  Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan pertimbangan kepada pemerintah untuk melakukan local lockdown atau karantina wilayah secara selektif. Pertimbangan ini dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi Indonesia dalam meminimalisasi penyebaran covid-19.

Pertimbangan tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam surat terbuka yang ditandatangani di Jakarta, tertanggal 26 Maret 2020.

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, MEpid, FINASIM mengatakan, melihat dari negara-negara lain, partial atau local lockdown dapat menjadi pilihan bagi Indonesia.

Apa itu local lockdown? Local lockdown atau karantina wilayah, menurut UU no 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, merupakan sebuah langkah menutup sebuah wilayah atau provinsi yang sudah terjangkit infeksi covid-19. “Dengan demikian diharapkan dapat memutuskan rangkai penularan infeksi baik di dalam maupun di luar wilayah,” katanya dalam surat terbuka tersebut.

Karantina wilayah disarankan dilakukan selama minimal 14 hari, di provinsi-provinsi yang menjadi episentrum (zona merah) penyebaran covid-19 atau daerah lain dengan berbagai pertimbangan. Karantina wilayah akan memudahkan negara untuk menghitung kebutuhan sumber daya untuk penanganan di rumah sakit, seperti sumber daya manusia, alat pelindung diri atau APD, serta fasilitas Rumah Sakit.

“Pelaksanaan local lockdown ini dilakukan dengan melibatkan kerjasama lintas sektor yang matang dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Pelaksanaan lockdown dan aturan pembatasan aktivitas sosial yang ketat di Provinsi Hubei, Cina telah terbukti efektif menurunkan kasus sebesar 37% lebih rendah dibandingkan kota lain yang tidak menerapkan sistem ini.

Sebelum pemberlakuan lockdown, para peneliti memperkirakan SARS-CoV 2 akan menginfeksi 40% populasi Cina atau sekitar 50 juta penduduk, atau 1 pasien terinfeksi akan menularkan virus ke 2 orang atau lebih. Namun pada pekan pertama lockdown, angka ini turun menjadi 1.05.

Hingga pada tanggal 16 Maret 2020, WHO mencatat 81.000 kasus di Cina. Simulasi model oleh Lai Shengjie dan Andrew Tatem dari University of Southampton, United Kingdom menunjukkan, jika sistem deteksi dini dan isolasi ini diberlakukan 1 pekan lebih awal, dapat mencegah 67% kasus, dan jika diimplentasikan 3 pekan lebih awal, dapat memotong 95% dari jumlah total yang terinfeksi.

Studi Wells dkk menunjukkan pada 3,5 pekan pertama penutupan wilayah dapat mengurangi 81,3% kasus infeksi ekspor. Penurunan ini sangat berguna untuk daerah yang masih belum atau minimal terjangkit untuk melakukan koordinasi sistem kesehatan.

Opsi lockdown lokal atau karantina wilayah secara selektif perlu dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia, kata dia, melihat upaya social distancing atau pembatasan sosial berskala besar belum secara konsisten diterapkan di masyarakat.

“Masih terlihat kepadatan di beberapa sarana  transportasi publik, sebagian tempat wisata tetap dikunjungi, sebagian perkantoran, tempat makan, taman terbuka, dan pusat perbelanjaan tetap beraktivitas,” papar dia.

Situasi ini dapat menjadi lebih buruk dan tidak terhindarkan dengan adanya arus mudik pada bulan Ramadan. “Melandaikan kurva dan memperlambat proses penularan covid-19 merupakan hal yang paling krusial karena sistem kesehatan kita saat ini belum mampu menerima beban kasus infeksi covid-19 yang masif,” tuturnya.

Namun dia menggarisbawahi, perlu diperhatikan bagaimana dengan pekerja yang mendapatkan upah dengan kerja harian. Negara perlu menjamin hajat hidup seluruh warga dalam wilayah karantina, terutama warga miskin selama minimal 2 pekan karena kegiatan perekonomian akan lumpuh total!

Mari berhitung apabila Jakarta melakukan local lockdown dengan total penduduk 9,6 juta:

Makan 3x sehari dengan asumsi:

Makan pagi: Rp5.000,00

Makan siang: Rp10.000,00

Makan malam: Rp10.000,00

Total untuk makan adalah Rp 25.000,00 (untuk membeli beras, tahu, telor, per orang)

Untuk 1 hari, di Jakarta: 9,6 juta x Rp25.000,00 = Rp240.000.000.000,00

Untuk 14 hari di Jakarta: Rp 3.360.000.000.000,00 = Rp3,3 triliun

Kebutuhan listrik/orang/hari kira-kira Rp4.543,00

Untuk 1 hari, di Jakarta: 9,6 juta x Rp4.543,00 = Rp43.000.000.000,00

Untuk 14 hari di Jakarta: Rp610.000.000.000,00 = Rp610 miliar

Kebutuhan air/orang/hari kira-kira Rp735,00

Untuk 1 hari, di Jakarta: 9,6 juta x Rp 735,00 = Rp7.000.000.000,00

Untuk 14 hari di Jakarta: Rp98.000.000.000,00 = Rp98 miliar

Total Dana 14 hari di Jakarta: Rp4 triliun

Total Penerimaan Pajak Indonesia per November 2019: Rp1.312,4 triliun

Dengan penghitungan demikian, menurut dia, maka rasanya mungkin apabila melakukan local lockdown atau karantina wilayah demi mencegah penularan covid-19 lebih lanjut. Pengembalian sebagian uang pajak dari rakyat untuk rakyat dengan adanya kejadian pandemi seperti ini merupakan tindakan yang wajar.

“Semoga hal ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan sedikit keringanan biaya hidup dasar 14 hari bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
udemy free download
download lenevo firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
Tags: Cobisniscobisnis & bisnisFakultas Kedokteran UIKarantina WilayahLocal LockdownLockdownUI

Related Posts

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti potensi kebocoran BBM subsidi ke luar negeri akibat perbedaan harga yang cukup signifikan...

Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Tertutup di Istana, Bahas Sejumlah Isu Penting

Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Tertutup di Istana, Bahas Sejumlah Isu Penting

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana...

Potensi Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Diminta Lebih Jaga Kesehatan dan Kondisi Fisik

Potensi Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Diminta Lebih Jaga Kesehatan dan Kondisi Fisik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas haji Indonesia mengingatkan jemaah haji untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah...

Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi Mulai Terasa, Harga Sembako Diprediksi Ikut Naik

Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi Mulai Terasa, Harga Sembako Diprediksi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi sejak 18 April mulai menekan biaya distribusi dan berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan...

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia merespons sikap MSCI yang masih membatasi saham Indonesia. Isu kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sri Mulyani Sebut Ada ‘Durian Runtuh’ Mendukung Kesehatan APBN di Tengah Lonjakan Harga Energi

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Saldo Anggaran Lebih Tahun 2024 Sebesar Rp457,5 Triliun

July 1, 2025
Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

April 21, 2026
Dibayar Mahal oleh Pasar: Kekuatan Tersembunyi Pengendalian Diri Trader

Dibayar Mahal oleh Pasar: Kekuatan Tersembunyi Pengendalian Diri Trader

April 21, 2026
Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

BSI Sabet 8 Penghargaan di IOBS 2026, Dorong Inovasi Bankir Muda

April 21, 2026
Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

Purbaya Ungkap Potensi Kebocoran BBM RI, Ancaman Nyata atau Isu?

April 22, 2026
Beda dari yang Lain, Huawei Pura X Max Tawarkan Layar Lipat Lebih Lebar

Syekh Ahmad Al-Misri Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan terhadap Santri

April 22, 2026
Demo di Kantor Gubernur Kaltim Berujung Ricuh, Massa Kecewa Tuntutan Tak Ditanggapi

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Berujung Ricuh, Massa Kecewa Tuntutan Tak Ditanggapi

April 22, 2026
Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Tertutup di Istana, Bahas Sejumlah Isu Penting

Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Tertutup di Istana, Bahas Sejumlah Isu Penting

April 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved