• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Uncategorized Opini

Suara IMF Suara Rakyat Indonesia, Rupiah Melemah

H. Fuad by H. Fuad
February 3, 2022
in Opini
0
Rupiah Menguat 75 Poin

Berdasar kurs refrensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah semakin melemah atau ke posisi Rp15.712 per dolar AS.

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

JAKARTA, Cobisnis.com – International Monetary Fund, atau IMF, membuka suara terkait pembiayaan anggaran (APBN) oleh Bank Indonesia (BI). Suara IMF terdengar sangat sopan.

Pertama, IMF mendukung pihak berwenang untuk mengakhiri pembiayaan anggaran dari sektor moneter pada akhir 2022: _”The IMF team supports the authorities’ commitment to exit from monetary budget financing by the end-2022 target date …..”_

Kata ‘mendukung’ ini perlu dimaknai sebagai peringatan kepada *pihak berwenang* agar mengakhiri, artinya jangan memperpanjang, pembiayaan anggaran dari Bank Indonesia. Sesuai target waktu yang ditetapkan di dalam UU No 2 Tahun 2020 terkait pandemi Covid-19, yaitu akhir 2022.

Pihak berwenang artinya pemerintah sebagai pembuat UU. Bukan BI. Karena BI hanya menjalankan perintah UU. Meskipun BI tetap bertanggung jawab terhadap jumlah pembiayaan anggaran ‘cetak uang’ melalui pembelian SBN secara langsung (tanpa pasar lelang) di pasar primer, seperti disepakati pada SKB (Surat Keputusan Bersama) I, II dan III.

Kedua, IMF juga memberi rekomendasi agar membatasi pembelian SBN di pasar primer melalui mekanisme pasar (lelang) pada tahun ini (2022), hanya ketika pasar tidak berfungsi baik (tidak bisa menyerap SBN): _”The IMF …, … further recommends confining further primary market purchases under the market mechanism this year *only to periods of severe market dysfunction*.”_

Rekomendasi IMF ini pada dasarnya juga peringatan kepada pihak berwenang. IMF terlihat khawatir ‘cetak uang’ oleh Bank Indonesia digunakan untuk pembiayaan anggaran yang tidak bertanggung jawab. Yang seharusnya untuk pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi nasional dialihkan untuk lainnya. Antara lain untuk pembiayaan pembangunan IKN.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani secara terbuka. “Anggaran pembangunan IKN tahap pertama bisa diambil dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022.” Meskipun kemudian dikoreksi. Sri Mulyani mengatakan dengan ringan, kalau tidak boleh ya tidak apa-apa. Setelah yang bersangkutan mendapat protes keras dari berbagai pihak.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyangkal. Menurutnya, tidak ada anggaran pembangunan IKN dari APBN pada tahun 2022. Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono juga menyangkal, sejauh ini belum ada anggaran di PU untuk IKN. Semua kompak mengatakan tidak ada dana PEN atau APBN untuk IKN.

Sri Mulyani tersudutkan. Seperti tidak mengerti bagaimana mengelola APBN. Sampai IMF juga bereaksi dan memberi rekomendasi hentikan pembiayaan anggaran ‘cetak uang’ oleh Bank Indonesia. Bahkan kalau bisa tahun ini juga.

Apakah benar Sri Mulyani senaif itu?

Fenomena di atas dapat dilihat dari dua kemungkinan. Pertama, pemerintah memang ingin menggunakan dana APBN, dana PEN 2022, untuk pembangunan IKN. Seperti disampaikan Sri Mulyani kepada publik.

IMF langsung memberi reaksi keras, dikemas sangat sopan. Intinya, pembiayaan anggaran ‘cetak uang’ oleh BI harus digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, IMF minta pihak berwenang menghentikan ‘cetak uang’, menghentikan pembiayaan anggaran oleh BI.

IMF berkilah, ekonomi Indonesia sudah membaik. Pertumbuhan ekonomi sudah kembali normal. Pemerintah sendiri selalu membanggakan ekonomi yang sudah bangkit ini. Karena itu, pembiayaan anggaran juga harus kembali ke normal. Tanpa ‘cetak uang’. Karena hal ini sangat membahayakan perekonomian nasional.

Dalam hal ini, suara IMF adalah suara rakyat Indonesia. IMF menyuarakan keprihatinan rakyat Indonesia.

Atau, sebaliknya. Sri Mulyani mengerti dana PEN tidak boleh digunakan untuk pembangunan IKN. Terlalu bahaya dan melanggar UU. Tetapi yang bersangkutan di bawah tekanan untuk membiayai pembangunan IKN yang baru disahkan. Karena itu, rencana penggunaan dana PEN tersebut diungkapkan ke publik. Agar IMF (dan publik) memberi respons. Dan membatalkan pembiayaan pembangunan IKN dari APBN. Strategi ini berhasil.

Dalam hal ini, suara IMF dan suara Sri Mulyani mewakilkan suara rakyat, suara keprihatinan rakyat.

Dan peringatan terakhir, IMF berharap BI dapat mengantisipasi koreksi kebijakan moneter Amerika Serikat. IMF menyarankan agar BI membiarkan kurs Rupiah mengalami penyesuaian terhadap pengetatan moneter global. Artinya membiarkan Rupiah melemah. Artinya, tidak perlu intervensi: _“In the case of capital outflows, BI should preserve its monetary policy space by allowing the rupiah to absorb the shock first”._

Apakah ini indikasi kurs rupiah memang sudah kemahalan?

— 000 —

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
download mobile firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: Cobisniscobisnis dan bisnisDolarDolar terhadap rupiahRupiahrupiah terhadap dolar

Related Posts

Bos Anthropic Ingatkan Bahaya AI, Pengembang Diminta Mulai Berhati-Hati

Bos Anthropic Ingatkan Bahaya AI, Pengembang Diminta Mulai Berhati-Hati

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - CEO Anthropic Dario Amodei mengusulkan agar perusahaan kecerdasan buatan atau AI mulai mengerem laju pengembangan model. Menurutnya,...

Marc Marquez hingga Mario Aji, 9 Pebalap MotoGP Siap Parade di Lombok

Marc Marquez hingga Mario Aji, 9 Pebalap MotoGP Siap Parade di Lombok

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sembilan pebalap MotoGP dijadwalkan mengikuti parade di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 7 Oktober 2026. Salah...

Veda Ega Gagal Catat Waktu Terbaik, Start ke-15 di Moto3 San Marino

Veda Ega Gagal Catat Waktu Terbaik, Start ke-15 di Moto3 San Marino

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengakui menghadapi kualifikasi yang sulit di Moto3 San Marino. Hasil tersebut membuat...

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

OJK Survei 99 Bank, Hasilnya Perbankan RI Masih Optimistis

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan optimisme memasuki kuartal III 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Survei Orientasi Bisnis...

Komdigi Ungkap Lokasi Terakhir 8 Orang yang Hilang di Selat Sunda

Komdigi Ungkap Lokasi Terakhir 8 Orang yang Hilang di Selat Sunda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Titik koordinat terakhir lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BNI menawarkan diskon tiket hingga 20 persen, cicilan 12 bulan, serta promo tiket pesawat dan hotel untuk konser Andrea Bocelli.

BNI Permudah Nasabah Nonton Andrea Bocelli

September 12, 2026
Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

September 12, 2026
Ilustrasi Membersihkan Kulkas - pexels/Kevin Malik

Cara Mudah Bersihkan Rak Kulkas dari Noda Lengket Bekas Makanan dan Minuman

September 12, 2026
Sayur Pare - pexels/Lars H Knudsen

Walau Pahit, Pare Punya Segudang Manfaat Kesehatan Bagi Penderita Diabetes

September 12, 2026
Sukabumi Diguncang Gempa M4,3, Getaran Terasa hingga Bandung Barat

Sukabumi Diguncang Gempa M4,3, Getaran Terasa hingga Bandung Barat

September 13, 2026
Ilustrasi Sedang Menanam Tanaman - pexels/studio cottonbro

Kesalahan dalam Pemilihan Media Tanam, Bisa Jadi Tanaman Tidak Tumbuh Subur

September 13, 2026
Masa Jabatan Kades Tak Terbatas, Apa Dampaknya?

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas, Apa Dampaknya?

September 13, 2026
Shin Tae Yong Antar Persija Raih Awal Manis

Shin Tae Yong Antar Persija Raih Awal Manis

September 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved