• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Menkes: Tak Ada yang Disembunyikan Pemerintah Soal Virus Korona

Fathi by Fathi
March 2, 2020
in Nasional
0
Menkes: Tak Ada yang Disembunyikan Pemerintah Soal Virus Korona

Menkes Terawan Agus Putranto menjawab pertanyaan wartawan di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 Maret 2020. (Foto: Humas/Jay).

Cobisnis.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyampaikan, pemeriksaan yang dilakukan Pemerintah Indonesia terkait Virus Korona itu benar. Jika positif akan disampaikan positif dan jika negatif akan disebutkan negatif.

“Enggak ada lah istilah yang selama ini ngomong negara lain bahwa kita menyembunyikan, enggak ada. Kalau positif kita katakan positif kalau negatif ya kita katakan negatif,” ujar Menkes menjawab pertanyaan wartawan di Halaman Kantor Presiden, Jakarta, Senin 2 Maret 2020.

Mengenai dua orang yang positif, Menkes menyampaikan, tadi sudah dijelaskan Presiden secara detail, yakni warga negara asing Jepang yang kebetulan tinggal di Malaysia, melakukan perjalanan ke Indonesia.

Ia menambahkan saat kembali ke Malaysia diperiksa karena sakit, setelah berapa hari sakit dan dicek dinyatakan positif Covid-19.

“Karena itu pemerintah Malaysia, kementerian kesehatannya juga menghubungi kita, dan kita juga terus melakukan tracking siapa saja yang kontak, close kontak dengan pasien ini. Begitu kita dakatkan close kontak, kita tindak lanjuti. Artinya apa, sistem yang di sini juga berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan Bapak Presiden,” tambahnya.

Setelah didapatkan orangnya, menurut Menkes, segera dibawa ke rumah sakit, Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso kemudian ditempatkan di ruang khusus isolasi khusus agar tidak terkontak dengan yang lain.

“Saya sebentar juga akan ke sana, boleh ngikuti saya, karena saya kan selama ini selalu memantau, mengikuti. Tapi sambil saya menyelesaikan evakuasi ini selesai, ya saya sekarang akan ke Sulianti Saroso,” ujarnya.

Menurut Menkes, keduanya dalam satu rumah yakni Ibu usia 64 tahun dan anak berusia 31 tahun sudah dibawa.

“Sesuai prosedur dinas kesehatan setempat juga langsung melakukan pemantauan, juga melakukan isolasi rumah, dan sebagainya. Ya nanti bisa kita, detailnya bisa kita berikan,” ujar Menkes seraya menyampaikan rumah yang bersangkutan berada di Depok.
Deteksi, menurut Menkes dilakukan pada 1 Maret langsung penelusuran, dan kemudian dilakukan pemisahan karena ini kontak langsung sehingga perlu diperiksa dengan detail.

“Sama kita perlakuan seperti bagaimana tehnik kita warga Wuhan, bagaimana tehnik kita World Dream, ini kan berbeda semua. Sampai yang terkahir ini sangat berbeda dibandingkan yang berikutnya. Karena kita mengacu pada epidemiologi. Mana yang harus dilakukan, mana yang paling memungkinkan,” imbuhnya.

Pasien saat ini, menurut Menkes, telah dipisah, karena waktu itu kan masih ODP (orang dalam pengawasan).

Ia menambahkan, begitu ODP pun kita sudah lakukan karantina, isolasi maka ODP jadi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) karena dirawat ada batuk pileknya, kemudian langsung dilakukan swap.

“Saya akan detail karena bagaimanapun ini kan menyangkut kesehatan semua warga negara, jadi enggak usah khawatir. Kita sudah melakukan sesuai prosedurnya. Mana yang harus diisolasi rumah, mana yang harus dibawa, itu tergantung tipikal kontaknya ya, tipikal kontaknya. Tidak bias di-gebyah uyah,” kata Menkes.

Yang paling penting adalah satu, lanjut Menkes, laboratoriumnya benar jikalau negatif dikatakan negatif, kalau positif dikatakan positif.

”Yang kedua, pemerintah sudah benar. Melakukan namanya surveillance tracking, begitu ada, kita tracking di mana yang ada. Kemudian, kita amankan step by step, ya. Tidak grusa-grusu. Grusa-grusu, nek resah, bukannya tambah menimbulkan apa kuwi, kebaikan, malah gaduh yang tidak perlu. Kalau hal yang ndak perlu, ndak usah,” imbuhnya.

Langkah preventif untuk warga agar tidak menularkan, lanjut Menkes, sesuai keputusannya WHO, yang sakit yang pake masker, yang sehat ndak usah.

”Karena apa? Kalau yang sehat pakai, ya percuma nanti dia megang-megang tangannya, dan sebagainya. Tetap saja, dari pada gitu, mending dia yang menjauhi orang sakit. Ya tho? Yang sakit menutup diri,” tambahnya.

Jika ada gejala awal, Menkes menyampaikan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat dengan gejala seperti batuk, sesak napas, dan demam.

”Kalau ndak ada itu, ya ndak ada keluhan seperti itu. Dan harus diingat, ini penyakit yang self-limited disease. Penyakit yang bisa sembuh sendiri. Sama dengan virus yang lain. Ya. Dan juga angka kematiannya juga 2%, ataupun di bawahnya,” sambung Menkes.
Imunitas tubuh, menurut Menkes, sangat penting terutama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, jaga hygiene, dan sebagainya.

”Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sudah digaungkan, kok, di mana-mana. Dan sudah menjadi domain kita. Mudah-mudahan teman-teman wartawan juga ikut. Jangan sampai asyik dengan mencari berita, lupa untuk kesehatan dan imunitas,” ujarnya.

Mengenai 32 yang berada di DKI, menurut Menkes, itu berbeda karena sudah ndak ada dalam pemantauan, karena ini sudah negatif hasilnya.

”Kalau belum ada labnya, hasilnya, namanya dalam pemantauan. Tetapi kalau sudah ada hasilnya sudah negatif. Maka itu tidak ada berita itu. Tidak menjadi orang dalam pemantauan, pengawasan, maupun pasien dalam pemantauan,” sambungnya.

Dunia itu, menurut Menkes, semua semakin rasional dalam mengatasinya. Ia menyampaikan, satu, tracking-tracking sudah bisa dikerjakan.

”Dari pintu-pintu masuk sudah bisa dilakukan. Ya, kan? Dan kegiatan untuk meningkatkan imunitas itu yang penting. Kalau imunitas tubuh kita kuat, ndak akan masuk juga, gimana. Virulensinya tergantung imunitas,” jelas Menkes.

Soal wisatawan, Menkes menyampaikan itu dari negara-negara yang tidak terdampak karena baru 54 atau 52 negara yang kena.

”Jadi kita ini, hati-hati tapi tidak sampai paranoid. Kita lakukan selalu, cegah tangkal selalu sesuai prosedur. Paranoid juga kita menyalahi prosedur WHO. Karena ndak boleh coba, diungkapkan oleh WHO. Tidak boleh paranoid,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Menkes menyampaikan Virus Korona ini belum ada vaksinnya, sampai detik ini kan memang belum ditemukan, belum ada.

”Riset-riset dunia juga baru berjalan. Kita juga begitu ada data ini, ada sisi yang bisa kita lanjutkan dengan sampel-sampel ini. Itu untuk bisa dilakukan riset-riset, pertama, untuk di kemudian hari menemukan vaksin lah, atau obat, dan sebagainya. Karena selama ini kan tidak ada. Dan tidak ada MTA. Adanya MTA kan Material Transfer Agreement kan ndak boleh sembarangan dibawa,” sambungnya.

Ke depan, Menkes menyampaikan bisa saja membuat antivirus karena sekarang ada dua kasus.

”Sekarang ada dua kasus, ya kita manfaatkan ini nanti untuk riset, untuk ini, di kemudian hari mungkin menghasilkan obat, atau menghasilkan vaksin, dan sebagainya,” tutur Menkes.

Untuk di bandara, Menkes menjelaskan akan tetap dicek karena punya Thermoscan.

”Satu per satu itu ada kroscek setelah dia melewati, apa, kamera. Setelah dia melewati thermal scanning yang bisa dipantau otomatis dari jauh. Itu adalah begitu ada kecurigaan baru dia akan dicegat oleh thermal thermal scanning dan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Soal informasi warga negara Singapura yang terkena di Batam, Menkes menyampaikan akan dilakukan tracking dan sampai sekarang begitu tetap tidak ada ya tidak ada masalah karena surveillance tracking itu merupakan kewajiban.

”Bayangin kita terus ketat sekali dalam melakukan tracking. Ada berita apa termasuk yang transit di Bali kemudian terbang ke New Zealand juga kita tracking, dimana CCTV-nya dia ada dimana, kontak dengan siapa. Itu kita lakukan, yang naik emirates kita tahu,” pungkasnya. (setkab.go.id)

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Cobisniscobisnis & bisnisvirus coronavirus korona

Related Posts

BNI Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Penyelesaian Kasus Dana Aek Nabara

BNI Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Penyelesaian Kasus Dana Aek Nabara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan pengembalian dana anggota Credit Union (CU) Paroki Aek...

BNI Ambil Langkah Pengembalian Dana Umat Paroki Aek Nabara Mulai Senin Besok

BNI Ambil Langkah Pengembalian Dana Umat Paroki Aek Nabara Mulai Senin Besok

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Negara Indonesia (BNI) memastikan pengembalian dana umat Gereja Paroki St Fransiskus Asisi di Sumatra Utara...

Lonjakan Harga Solar BP Capai Rp 25.560 per Liter, Apa Dampaknya?

Lonjakan Harga Solar BP Capai Rp 25.560 per Liter, Apa Dampaknya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga BBM di SPBU BP mengalami perubahan signifikan, khususnya pada jenis Ultimate Diesel yang naik tajam per...

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) menuai kritik dari DPR RI karena dinilai dilakukan tanpa...

Bangladesh Naikkan Harga BBM 15 Persen di Tengah Tekanan Biaya Energi

Bangladesh Naikkan Harga BBM 15 Persen di Tengah Tekanan Biaya Energi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bangladesh resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 10% hingga 15% akibat lonjakan harga minyak global...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

April 19, 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

April 20, 2026
Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

April 20, 2026
Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

April 20, 2026
Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

April 20, 2026
Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

April 20, 2026
Kevin Warsh Siap Ubah Arah The Fed 2026, Fokus Kebijakan Lebih Ketat

Kevin Warsh Siap Ubah Arah The Fed 2026, Fokus Kebijakan Lebih Ketat

April 20, 2026
Ukraina Kirim Robot ke Medan Perang 2026, Gantikan Tentara di Garis Depan

Ukraina Kirim Robot ke Medan Perang 2026, Gantikan Tentara di Garis Depan

April 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved