Cobisnis.com – Data pelacak koin Kripto, CoinMarketCap dan CoinGecko, menyatakan pasar mata uang kripto (cryptocurrency) untuk pertama kalinya menembus $1 triliun (setara dengan Rp 14.095 triliun) pada Kamis (7 Januari 2021). Kondisi ini diiringi dengan melonjaknya harga Bitcoin ke nilai tertinggi.
Harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 900% menjadi $ 38.655 pada Kamis. Padahal di bulan Maret 2020 harga Bitcoin masih di kisaran $ 3.850.
Salah satu penyebab kenaikan nilai Bitcoin karena usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari virus Corona. Akibatnya, timbul kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan penurunan nilai dolar AS.
Daya tarik Cryptocurrency juga mendapatkan perhatian banyak investor arus utama. Mereka semakin yakin bahwa Bitcoin akan menjadi aset yang tahan lama, dan bukan gelembung (bubble) spekulatif seperti yang selama ini ditakuti beberapa analis dan investor.
Co-founder Chainlink, Sergey Nazarov, mengatakan telah terjadi kekurangan kepercayaan terhadap institusi tradisional yang membuat orang mulai berlomba-lomba mengumpulkan aset Kripto. Chainlink menyediakan jasa dan solusi kontrak pintar di teknologi Blockchain.
Nazarov menilai keberhasilan pasar Cryptocurrency menembus angka $1 triliun baru berada pada tahap awal dan kondisi ini akan terus berkembang.
“Banyak orang mungkin melihat industri cryptocurrency bernilai lebih dari $ 1 triliun sebagai milestone yang sangat signifikan, tetapi kami menemukan ruang bahwa situasi saat ini masih dalam salah satu tahap perkembangan dan pertumbuhan yang sangat awal,” kata Nazarov.
Kapitalisasi pasar semua cryptocurrency naik 10% menjadi $ 1,042 triliun pada Kamis. Data dari CoinMarketCap menunjukkan mata uang kripto Bitcoin menyumbang sekitar 69% dari total kapitalisasi pasar. Diikuti Ethereum dengan pangsa pasar sebanyak 13%.













